Membaca Tanpa Titik Koma: Rahasia di Balik Kitab Kuning Pesantren
Bayangkan membaca buku tanpa titik, tanpa koma, dan tanpa huruf vokal sama sekali. Bagi santri, itu bacaan sehari-hari.
Coba bayangkan sebuah buku setebal ratusan halaman,...
TULISAN LAINNYA
Iin Sina, Menebar Manfaat dengan Teras Baca Waiwalu
“The day you plant the seed is not the day you eat the fruit” (hari di mana kamu menanam benih bukanlah hari di mana...
Perang Tabuk: Strategi Tanpa Pertumpahan Darah
Bayangkan sebuah ekspedisi militer besar-besaran yang dilakukan dalam musim panas yang ekstrem, dengan ribuan pasukan yang menempuh padang pasir tandus tanpa cukup makanan dan...
Bencana Ekologis dan Wacana Mundur Demokrasi Lokal
Kita mengawali tahun baru 2026 dengan duka. Korban banjir bandang yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara pada akhir November 2025 terus...
LITERASI
Menafsir Sejarah, Membaca Kemanusiaan dalam Kalajengking Bandaran
Ada buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang justru mulai hidup setelah pembaca meletakkannya di atas meja. Kalajengking Bandaran...
KARYA
Puisi-Puisi Akbar M. Salahuddin
Versus
Setelah usang merah dan hitam saling mangsa
dan berbagai cara menua.
Pun berlarut-larut dalam perundingan mengikis usia.
Kita menanam rambut dan jarum di senja yang sama.
Merapal mantra...
Kematian Kuntet
Satu tahun sebelum mati dengan wajah tercabik beling botol bir, suatu malam Kuncoro alias Kuntet mendatangiku dengan semangat dan senyum yang lebih lebar dari...
Joki Karapan Sapi
Dia seorang perempuan yang anggun serta fasih membaca kitab suci. Cita-citanya yang ingin jadi joki karapan sapi membuat orang tuanya terkejut. Namanya Naning, putri...





























































