Ada yang belum kenal sama Bjorka? Kenalan dulu ya. Dia adalah akun hacker yang aktif di Forum Bhreads belum lama ini. Ya, kalau lihat di profil akunnya, dia baru aktif sekitar tanggal 22 Agustus 2022.

Sejak berita peretasan data rakyat Indonesia oleh akun hacker bernama Bjorka pada tanggal 31 Agustus 2022 lalu, pemerintah Indonesia, tepatnya Kementrian Kominfo, seperti kelimpungan. Banyak kecolongan data.

Pada awal kemunculannya, Bjorka telah membeberkan bahwa pihaknya mendapatkan sebanyak 1,3 miliar data KTP dan KK yang digunakan untuk registrasi kartu nomor SIM Card. Sungguh data yang tidak sedikit ya? 

Dalam Forum Breached, Bjorka menyinggung Kementrian Kominfo RI dalam mengeluarkan kebijakan, yang mewajibkan aktivasi SIM Card dengan menyertakan data KTP dan KK. Malah belakangan pemerintah mewanti-wanti agar masyarakat lebih berhati-hati dan menjaga NIK dengan baik. Tapi itu sudah terlambat, kalah cepat dari Bjorka.

Alhasil, hacker lihai mengincar data tersebut untuk kemudian dapat dijual kepada pihak yang membutuhkan. Termasuk kemudian data yang dijual adalah 105 juta database yang diklaim berasal dari Komisi Pemilihan Umum.

Tanggapan Pemerintah Indonesia
Yang lucu adalah ketika Menteri Kominfo Johnny G. Plate sempat menanggapi aksi Bjorka dengan pesan, “If you can, don’t attack”. Seperti menasihati anak kecil.

Kalau diterjemahkan para netizen di media sosial dianggap mirip dengan nasihat tokoh film anak “Dora The Explorer” kepada Swiper, si pencuri. 

“Swiper jangan mencuri!” kira-kira seperti itu ucapan Dora berulang-ulang. Lalu, Swiper pun pergi dan tidak jadi mencuri.

Apa sesederhana itu yang dipikirkan pak Menteri Johnny G. Platte? Sedangkan kita sangat tahu, kualitas berpikir seorang hacker seperti Bjorka tentulah di atas rata-rata.

Untuk membongkar sistem keamanan sebuah situs, seorang hacker tentu harus memahami cara berpikir orang lain dalam menyusun coding program. Pastinya punya IQ sangat tinggi untuk bisa berpikir terbalik. Atau, minimal punya kejeniusan di bidang IT.

Tak heran, bukan menghentikan aksinya, Bjorka malah menjawab tanggapan itu dengan jawaban menohok, “Stop being an idiot”. Bahkan pada tanggal 6 September 2022 sempat melancarkan kembali aksinya dengan meretas data Presiden Republik Indonesia. 

Tanggapan Masyarakat Dunia Maya
Yang menjadi lucu lainnya adalah tanggapan netizen alias masyarakat dunia maya, malah seolah mendukung pada aksi Bjorka dan mengkritik pedas pada kemampuan Kominfo dalam menanggapi situasi ini.

Mereka ramai-ramai mempertanyakan kredibilitas pemerintah dibandingkan Bjorka. Salah satu netizen mengatakan bahwa Bjorka telah melakukan aksi atau pekerjaan dengan baik karena pemerintah Indonesia yang terlalu bodoh.

Yang lainnya lebih menyoroti kinerja Kominfo dan mempertanyakan sumber dayanya, apakah mereka terdiri dari orang-orang yang paham informatika atau tidak. Sebab, seharusnya lembaga negara diisi dengan orang-orang yang kompeten di bidangnya. Jangan-jangan ada yang salah kan?

Lebih lanjut, kita jadi berpikir pula. Bagaimana proses rekrutmennya? Apakah asal-asalan atau ada titipan? Berbagai spekulasi sangat mungkin terjadi.

Tak heran lagi jika netizen lebih mendukung ulah Bjorka. Salah satu pemikiran mereka adalah berharap Bjorka bisa mengacak-acak data caleg ketika pemilu nanti. Dalam hal ini, tergambar kekecewaan masyarakat pada kinerja wakil rakyat saat ini.

Sebagai tambahan informasi, Menteri Kominfo Johnny G. Plate adalah lulusan fakultas ekonomi dari Universitas Atma Jaya dan memulai bisnis alat-alat perkebunan pada awal 1980-an. Wajar saja netizen meragukan kemampuannya dalam pemahaman sistem informasi, apalagi jika dituntut untuk memahami jalan pikiran Bjorka, sang hacker. 

Terlepas dari “bad attitude“ yang tanpa permisi masuk dan mengacak data dari situs penting, tampaknya kekecewaan masyarakat Indonesia pada pemerintah lebih terwakili. Bjorka dianggap sebagai “pahlawan”.

Bisa jadi Bjorka banyak kecewa karena kemampuannya tak diakui di dunia nyata. Karena itu memilih menunjukkan kehebatannya dari sisi gelap. Tak perlu ada orang yang tahu siapa Bjorka, yang penting “kehebatannya” diakui dunia.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini