Judul              : Teh di Indonesia

Penulis           : Nur Hidayat, Hatmiyarni Tri Handayani, Bambang Laresolo, dkk

Penerbit         : Intrans Publishing

Tahun terbit   : 2021

- belanja buku di sini -

Halaman        : xviii + 148

ISBN              : 978-623-6813-06-5

 

Eksistensi teh di Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Mayoritas masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan pasti pernah melihat dan merasakan teh. Mulai dari warung kecil di pinggir jalan sampai restoran besar kita dapat menjumpainya. Teh merupakan minuman yang diseduh dari daun Camellia sinensis, sebuah tanaman perdu yang populer di Indonesia, Jepang, Cina, dan negara lainnya. Jenis teh yang paling populer adalah teh hijau, teh hitam, dan teh oolong. Teh sudah menjadi tradisi di Indonesia. Tradisi minum teh di Indonesia sudah ada sejak beberapa abad lalu. Masyarakat biasanya menyajikan teh kepada tamu yang datang atau bisa juga disajikan di acara-acara keluarga. Teh yang digunakan untuk acara-acara tersebut biasanya adalah teh celup karena dinilai lebih praktis.

Keberadaan teh celup, jika dilihat dari sejarahnya, ditemukan secara tidak sengaja. Adalah Thomas Sulivan, seorang pedagang teh dari Amerika. Pada waktu itu, Thomas bermaksud memberikan sampel-sampel teh kepada pelanggannya dengan tujuan kepraktisan, sampel-sampel teh tersebut dibungkus dengan kain sutra. Dan kebetulan mereka sedang memasak air panas, maka sampel tersebut langsung dicemplungkan ke dalam air panas yang sedang mereka masak. Ketika warna air sudah berubah, mereka langsung angkat kembali teh tersebut. ternyata hal tersebut memberikan ide baru bagi pelanggan Thomas. Mereka ingin menjual teh dalam kemasan kantong tersebut. (hlm. 49-50)

Buku Teh di Indonesia, yang ditulis oleh sebelas penulis ini memaparkan berbagai pembahasan tentang teh, mulai dari pengolahan teh sampai pemanfaatan limbah teh. Dalam secangkir teh terdapat banyak cerita dan jejak sejarah yang akan sangat panjang untuk dibicarakan. Para penulis dalam buku ini menjelaskan “cerita” tersebut dengan sederhana. Buku ini dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk para pencinta teh.

Teh lebih enak jika dinikmati bersama-sama, bukan sendiri-sendiri. Ketika berbagi teh inilah, keakraban makin terajut. Obrolan yang pada awalnya hanya sekitar dari mana asal teh yang sedang diminum tersebut, apa jenisnya, dan sebagainya bisa berkembang kepada sharing kehidupan yang lebih dalam lagi. (hlm. 32)

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleMakna Puisi Terakhir Hammid Jabbar dan W.S. Rendra
Next articleMenunggu itu Membosankan, Ini Tips Mengakalinya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here