evita peron
https://pin.it/7uvz4Np
“Di balik dominasi laki-laki dalam sejarah, ternyata sejumlah perempuan hebat yang menjadi seorang pemimpin”

Itulah ungkapan seorang Claudia Gold—seorang sejarawan asal London, salah satu dia antara perempuan yang paling berbaya adalah Evita Peron. Di sekitar tahun 1919 – 1952, ia dapat menyulap keterbatasan menjadi suatu keajaiban, tentu karena kegigihannya. Dia tidak hanya cantik rupa, namun suaranya mampu mempengaruhi politik kala itu.

Sebuah memo internal dari Kementrian Luar Negeri Inggris pada 1950 menggambarkan Eva Peron sebagai “Seorang wanita biasa yang berbahaya tetapi sangat luar biasa.” Semua orang menyebutnya sebagai Ia dama de la esperanza (wanita harapan). Dia dipuja dan dikagumi oleh banyak orang atas kepiawaian dalam kerja-kerja sosial. Bahkan, banyak orang pun mengatakan bahwa dia adala “Pahlawan Kaum Miskin”

Sebenarnya, Eva Peron adalah seorang aktris yang termashur di Argentina. Namun, tahun 1944, yang bertemu dengan Mentri Tenaga Kerja Kolonel Juan Peron, dalam pesta perkumpulan dana untuk Gempa Bumi. Juan Peron adalah—tentara sekaligus—politikus. Kegiatan sosial itu yang menyatukan dua orang itu menjadi kekasih.

Singkat cerita, tahun 1945 Juan Peron dan Evita mengikat hubungannya dalam upacara sipil. ketika Jua Peron, masuk pada kelangga politik. Evita sebagai kekasih yang berstatus istri yang memiliki pengaruh dan massa menempatkan dirinya sebagai pedukung dan sekutu mutlak Juan Peron untuk memenangkan pesta politik tersebut. Oleh karena itu, Evita Peron telah mengambil peran aktif dalam arena politik dan meninggalkan karir keartisanya.

Ia merubah, dirinya menjadi seorang orator ulung dengan model glamor ala-ala Evita Peron. Tentu, Peron bersama dengan partai buruh untuk menjadi Presiden. Partai buruh memilih Juon Peron, karena Evita Peron. Evita peron sejak tahun 1944 sudah membaur dan mengorganisir kelas pekerja untuk sama-sama memperjuangkan hak upah yang setera.

Kemudahan Evita Peron dalam mengorganisir karena memiliki bakat alamiah dalam dirinya sejak kecil. Dalam beberapa cerita masa kecilnya ia sangat peduli dengan orang-orang rentan, ditambah latar belakang Evita Peron dari keluarga ekonomi kelas menegah ke bawah.

Lanjut dalam kisah kemahiran dalam politik, ia tak henti-hentinya berkampanye dari satu tempat ke tempat lainya, tujuannya untuk memenangkan Juan Peron, visi dan misi yang dibawa soal program sosial dalam membantu meningkatkan kesejahteraan orang-orang miskin dan tidak memiliki hak-hak khusus, yang disebut Ios descamisados. Evita dan Peron memang sepasang kekasih yang memiliki kesamaan pandang, sama-sama memiliki perhatian dan kepedulian yang sangat besar terhadap buruh dan descamisados. Bahkan, mereka memiliki mimpi bersama untuk mensejahterakan kaum buruh.

1946, Juan Peron terpilih menjadi Presiden Argentina, selain itu, sedangkan Evita menjadi menteri tenaga kerja dan kesejahteraan sosial tidak resmi. Posisi yang diberikan kepada Evita tidak lain untuk mewujudkan mimpi mereka dalam mensejahterakan kaum buruh. Sebab, saat itu pula kaum buruh dan descamisados kehilangan hubungan komunikasi pribadi dengan peron karena kesibukan peron.

Evita Peron seorang First Lady dan tampil sebagai jembatan antara suami dengan kalangan bawah menjadi basis pendukung Peron. Hal ini, mula-mula dibangun karena kujungan beberapa kaum buruh dan descamisados ke rumah presiden Peron di Buenos Aires. Ketika tiba mereka disambut oleh Evita Peron. Dia mendengarkan segala keluhan yang dikatakan rakyatnya. Oleh karena itu, Evita Peron menyadari harus menemukan jalan untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya.  Bersamaan dengan itu, ia mengambil tugas yang awalnya dipegang suaminya, dalam menjalin hubungan dengan kaum buruh dan kaum descamisados pada tingkat akar rumput.

Sepasang kekasih itu, secara tidak langsung membagi tugas kenegaraannya. Evita sebagai First Lady melakukan kerja-kerja di akar rumput, sedang peron berkerja menciptakan kebijakan-kebijakan yang pro dengan buruh dan dan kaum descamisados. Bahkan, dalam proses terjun ke akar rumput, Evita Peron memberikan pendidikan politik kepada rakyatnta. Walapun, Evita Peron tidak mengenyam Sekolah Formal , namun soal kepolitikannya jangan diragukan lagi, ia mahir bahkan menjadi perempuan paing ditakuti. Bahkan, Juan Peron pernah diajarkan soal keberpihakan, menurut Robert Van Dine berujar “Tak Pelak, Evita adalah seorang perempuan berbakat. Ia mengajari Juan Peron untuk melapaskan ikatannya dan menyebutya sebagai seorang descamisados untuk memenangkan pujian rakyatnya.”

Kita sama-sama mengetahui, bahwa Juan Peron seorang tetara yang memiliki kaitan sangat erat dengan Nazi . Namun, hal itu tak membuat Eva Peron gemetar, iya tetap menyadarkan suaminya bahwa basis kekuasanya yang nyata seharunya adalah massa pekerja yang lama terabaikan. Mereka sudah lama dirampas hak ekonominya, seharusnya Juan Peron berada dalam posisi mereka.

Dalam Buku The Legend of Evita Peron yang ditulis oleh Ardison Muhammad menjelaskan bahwa “Upaya Evita membuahkan hasil. Serangkaian pengumuman yang diterbitkan kementrian Juan Peron, untuk  pertama kalinya memperkenalkan upah minimum, perbaikan kondisi kehidupan, peningkatan upah dan perlindungan dari kekuasaan Oligarki sebagai kapitalis besar. Bahkan, kelas pekerja, untuk pertama kalinya dalam sejarah negeri itu, melihat beberapa keuntungan dari kerja kerasanya.”

Walupun begitu, Evita pun menjadi buah bibir di kelas menengah atas, sebab mereka menganggap bahwa Evita adalah sumber kerugian. Sebab, mereka tidak dapat lagi mengambil modal sebesar-besarnya seperti dahulu kala. Sehingga, Evita menjadi sasaran empuk untuk dimusnahkan terlebih dahulu sebelum Peron.

Sekitar tahun 1952, Eva Peron wafat dan Joan Peron kembali terpilih menjadi Presiden. Evita Peron meninggalkan karena menderita kanker serviks. Kepergiannya mengundang duka yang mendalam utamanya bagi kaum pekerja dan kaum descamisados. Tidak hanya itu, Peron mengalami kesukaran dan kesulitan dalam menopang kekuasannya.

Semua pemodal dan kaum yang bertentangan dengan peron, bersatu untuk menjatuhkan kekuasaan peron. Hal ini pun terbukti, bahwa tanpa kehadiran Evita, Peron tak mampu menahan gelombang pemberontakan kaum pemodal itu. Bersamaan dengan hal tersebut, tahun 1955 terjadi kudeta yang dilakukan oleh militer untuk menurunkan Juan Peron.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini