Mochamad Chazienul Ulum

Ilusi Perjumpaan

Gugusan awan membuat kita tak sanggup lagi
menghadirkan momen jumpa kita,
di bawah hamparan langit biru
Kini, hening pun berdandan dan berhias diam
Betapa kian berat membisu
dalam rindu yang menyergap
Lantaran dia memayungi hati,
Yang gelisah ini
Namun enggan berucap

 

Stanza Romansa

Kenangan kutambatkan
Di renda kisah asmara
Di sela canda-sukacita
Berbauran

Tak jenuh kurayakan
Memadu kasih bersama, bersemi
Bersemayam di lubuk hati
Bertebaran

Aku terkesima…
Bila seulas senyum tidak membekas
Jika detak jantung tiada lekas
Bergegas

 

Resitasi Doa

Wahai Anakku,
di sisa senja usia, sesaat waktu tersisa
Aku s’lalu panjatkan doa ke haribaan-Nya
sepanjang meniti masa renta, beserta segenap ikhtiar
Melansirkan cahaya dalam aliran darahmu
agar suluh suluk membersamaimu
segarkan raga hingga segerakan asamu
untuk merengkuh ridha Ilahi
Semoga yang Maha Kuasa restui,
dan rela lebih intim ketimbang urat nadimu

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleMahfud MD, Istri Yang Tidak Baik, Korupsi, dan Politik Kebudayaan
Next articleThe Boy And The Heron, Run Baby Run!
Mochamad Chazienul Ulum adalah penulis lepas yang lahir di Surabaya dan hingga kini berprofesi sebagai dosen di Universitas Brawijaya. Aktif dalam kegiatan Tridharma PT dan telah menghasilkan beberapa buku (referensi). Saat ini domisili di Merjosari, Kota Malang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here