Kita semua pasti pernah bermimpi, entah bermimpi menjadi profesi tertentu, menghasilkan sesuatu, melakukan sesuatu, liburan ke suatu tempat, dan lain-lain. Seperti anak kecil yang selalu ditanyakan “Mau jadi apa kalau sudah dewasa?” jawaban dari pertanyaan itu sangat beragam, seperti dokter, pengacara, guru, astronot, dan profesi-profesi lain. Kita juga mungkin pernah ditayankan hal yang sama yaitu bagaimana mewujudkan mimpi.

Sayangnya, kita sering kali kehilangan fokus pada mimpi kita karena banyak hal. Bisa jadi karena pertemanan, ingin terus happy-happy, lupa punya mimpi yang harus diraih, atau karena malas memulai. Nah, hal-hal inilah yang membuat kita jauh dari mimpi kita. Padahal, mimpi adalah sesuatu yang patut kita usahakan, karena itu salah satu tujuan hidup sehingga dapat menjadi versi terbaik diri kita.

Di sini, penulis ingin berbagi tentang bagamaian caranya agar konsisten dalam meraih mimpi. Kamu bisa mencatatnya dan mulai melakukannya, ya, supaya kita bisa sama-sama mengejar dan mewujudkan mimpi kita. Oke, langsung saja.

  1. Menentukkan mimpi utama yang ingin dicapai.
  2. Mulai bergerak dengan menentukan goals-goals kecil untuk sampai ke tujuan utama. Misalnya, dengan menentukan langkah-langkah untuk mencapai mimpi. Contohnya, jika ingin menjadi dokter, keharusan yang dilakukan adalah sekolah terlebih dahulu, memilih jurusan IPA, kemudian kuliah di kedokteran.
  3. Rajin mengevaluasi diri dan menambahkan sesuatu yang bisa terus dilihat. Dalam artian, sesuatu tersebut membuat kita ingat dengan mimpi kita yang harus dicapai. Misalnya, meletakkan sticky note berisi mimpi kita di meja belajar, cermin, atau pintu (di manapun yang akan sering kita lihat) agar semangat untuk menggapai mimpi terus menggebu-gebu.
  4. Memilah teman yang bisa mendukung mimpi kita. Pertemanan juga salah satu hal yang krusial dalam meraih mimpi. Jika kita salah memilih circle, kita bisa hilang fokus dan akhirnya tertinggal jauh dari mimpi kita sendiri.
  5. Banyak mengapresiasi diri ketika berhasil melakukan sesuatu, bahkan hal-hal kecil. Misalnya, ketika berhasil disiplin belajar selama sebulan tanpa ada hari yang bolong, kita bisa mengapresiasi diri dengan makan makanan kesukaan kita. Kalau penulis, sih, akan makan cokelat.
  6. Tidak menyerah dan paham bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang delay sedikit dari yang kita harapkan. Jadi, jangan berhenti. Kalau hari ini gagal, mungkin minggu depan berhasil.
  7. Selalu bergerak maju dan berani mengambil risiko. Ini penting banget. Jangan sampai berhenti atau santai-santai sampai lupa dengan mimpi kita. Ketika kita berhenti bergerak, maka jarak kira dengan impian kita tidak akan berkurang, bahkan kita bisa jadi lebih jauh lagi untuk bisa sampai ke mimpi kita. Jadi, tetap bergerak, tetap berusaha, ya.

Nah, di atas sudah ada 7 cara konsisten dalam mewujudkan mimpi. Mau tau, gak, penulis dapat cara-cara di atas dari mana? Jadi, penulis menemukan cara-cara tersebut dari sebuah buku yang baru aja penulis baca. Buku itu adalah sebuah novel yang berjudul Ishani.

Novel Ishani sangat mengesankan dan ringan, tetapi mengandung pesan-pesan positif dalam mengejar mimpi. Membaca buku ini tidak terlalu lama karena ceritanya yang mudah dipahami, mengalir dengan alur maju, dan konflik-konflik yang tidak begitu berat.

Novel ini membuat penulis tersenyum, terkagum, dan termotivasi dengan tokoh utamanya yang bernama Ishani seperti judul novel ini. Satu kalimat yang paling melekat dalam novel ini adalah “Menghargai mimpi dengan mewujudkannya” kalimat itu seperti mantra yang terus terulang dalam pikiran penulis setelah membaca dan membuat penulis kembali mengumpulkan setiap mimpi yang dulu pernah penulis punya dan pelan-pelan mulai menata langkah untuk mewujudkannya seperti yang dilakukan Ishani.

Kamu bisa banget baca buku ini supaya bisa merasakan sensasinya seperti penulis. Jangan lupa, tetap mengejar mimpi, ya, karena cara menghargai mimpi adalah dengan mewujudkannya. Selamat berjuang!

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleGreyfriars Bobby, Sastra Klasik Terkenal di Amerika
Next articleSekilas Tentang Grammy Awards
Mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Negeri Malang. Lahir di Tarakan 12 juli 2001. Jessica aktif dalam kepenulisan di platform online.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here