Sumber foto: Diarysivika.com

Berkunjung ke Kota Malang, tak lengkap rasanya jika tidak menikmati suasana pedestrian bersejarah. Kayutangan Heritage merupakan salah satu kawasan bersejarah Kota Malang yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh pemerintah Kota Malang.

Kawasan ini berada di Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kauman, Kecamatan Klojen. Menuju kawasan ini pun cukup dekat, hanya menempuh 900 meter dari Stasiun Kota Baru. Kawasan ini cukup dekat Alun-Alun Kota Malang, kalau-kalau sobat dolan bingung pada patokan jalan.

Jika dilihat dari peta mbah google, kawasan ini terbentang sepanjang Jalan Raya Malang Gempol hingga Stadsklok Kayutangan. Sebelum memasuki kawasan Kayutangan, dua buah monumen akan menyambut. Pertama, monumen sejarah perjuangan KNIP yang berada di depan pusat perbelanjaan Sarinah. Kedua, monumen Chairil Anwar yang berada dekat dengan Gereja Hati Kudus Yesus Paroki Kayutangan.

sumber: pingpoint.co.id

Kawasan ini ditandai dengan sebuah monumen bercahaya bertuliskan “Kayu Tangan” pada kanan jalan. Tepat di depan monumen itu, sebuah jembatan penyebrangan yang siap membantu para insan pejalan kaki yang hendak menyeberang.

- belanja buku di sini -

Memasuki kawasan ini, indra akan disuguhi oleh gemerlap lampu bergaya klasik nan antik sepanjang jalan. Suasana ketika pertama kali berada di sana mungkin akan teringat pada sebuah jalan wisata khas di Jogjakarta. Ya, serupa Malioboro, kawasan Kayutangan juga tak kalah mempesona.

Pada kawasan ini, bangunan-bangunan lawas dengan gaya arsitek unik akan sering ditemukan. Dulunya, kawasan Kayutangan memang telah dibangun sejak zaman Belanda. Kawasan ini dibuat sebagai pusat perdagangan yang ditujukan untuk alasan ekonomi dan kas pemerintahan.

Konsep yang dipakai memiliki ciri khas tersendiri dari kota lainnya. Berbeda pula dengan kawasan perdagangan di Pecinan, barang-barang yang dijual lebih elit dan lebih berkualitas. Kawasan ini pun sempat berjaya pada sekitar tahun 1930-1940.

Namun, kawasan ini menurun akibat perekonomian Belanda yang mengalami kemerosotan. Banyaknya pusat perbelanjaan yang semakin berkembang juga menjadikan wilayah ini kembali meredup hingga beberapa dekade lalu. Kemudian dibangun kembali dengan konsep serupa yang lebih modern.

Bangku-bangku diletakkan di sepanjang pedestrian. Pengunjung atau wisatawan dapat duduk santai sembari menikmati suasana Malang Heritage. Bau kopi menyerbak ujung hidup setiap langkah kaki menjajaki pedestrian. Akan banyak ditemukan café yang biasa dipakai tongkongran anak muda.

Sumber: surya.co.id

Kala siang hari kawasan ini sepi pengunjung. Jumlah pengunjung dapat dihitung hari. Hal ini lantaran terik matahari yang menyengat kulit. Pepohonan yang ditanam juga belum tumbuh besar sehingga kawasan ini tampak gersang.

Namun, beberapa pengunjung kadang kala mengambil kesempatan untuk mengambil gambar. Suasana yang sepi pengunjung dan cuaca yang cerah sangat mendukung untuk diabadikan dengan kamera dan mengisi feed Instagram.

Berbeda ketika sudah siang berganti malam. Kawasan ini memang paling ramai dikunjungi kala malam hari. Di bawah sinar rembulan dan langit penuh bintang, irama lagu dan instrumen musik akan terdengar. Satu dua musisi jalanan tampil menghibur para wisatawan.

Tidak hanya café, ada beberapa kuliner pun disuguhkan. Spot kuliner paling ramai terletak di sebelah kanan jalan, jika mengambil arah dari Alun-alun Kota Malang. Ditandai dengan kusen pintu berwarna hijau, ruangan yang penuh dengan lampu-lampu temaram yang menghangatkan.

Beberapa santapan yang bisa didapatkan, mulai dari bakso, nasi bakar, mie pedas, sego sambel malangan, hingga minuman STMJ Angel Ronde. Harga yang ditawarkan pun bervariasi mulai dari 16 ribu hingga 30 ribu per porsinya.

Berkunjung ke wisata bersejarah ini hanya perlu menyiapkan saku untuk membeli makanan dan minuman. Parkiran juga telah disediakan khusus di pinggir jalan dan hanya dikenai biaya 2 ribu rupiah saja.

Sumber foto: Hipwee.com

Apa yang Anda lihat baru kulit luarnya saja sobat dolan. Selepas itu, sobat dolan bisa masuk ke kawasan utama Kayutangan, yaitu Kampung Heritage. Para pengunjung bisa belajar sejarah sekaligus menikmati pemandangan bangunan-bangunan bersejarah peninggalan zaman Kolonial Belanda.

Sesaat setelah memasuki Kampung Heritage Kayutangan Heritage, para pengunjung akan merasakan suasana yang kontras. Di tepi jalan raya tentu bising penuh pengendara, sedang di dalam kampung heritage menyediakan ketenangan dan pengetahuan sejarah. Sobat dolan sekalian dapat sepuasnya menjajaki kawasan ini, mulai dari menikmati barang-barang unik nan kalsik, menyeruput kopi yang khas, membeli batik, dan tak lupa ada spot-spot foto instagramable juga, lho.

Sumber foto: Tempat Wisata Indonesia (Pengunjung Kampoeng Heritage KajoeTangan sedang berfoto ria)

Anda ingin berkunjung ke wisata Kayutangan Heritage bersama teman-teman, keluarga, atau tetangga, tapi bingung soal transportasinya? Jangan khawatir, Antaraya Tour dan Travel solusinya!

Jasa rental dan tour guide ini akan menemani Anda menjelajahi wisata alam pun non-alam di Jawa Timur, khususnya Malang Raya (Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang). Mulai dari Heritage Malang, Fun de Situs, dan Susur Kampung juga bisa didapatkan Antaraya, lho.

Tenang, menggunakan jasa ini tidak akan mengecewakan, kok. Antaraya menawarkan jasa professional dan kapabel. Selengkapnya Anda bisa mengujungi website Antaraya atau klik di sini.

Tunggu apa lagi? Yuk, menjelajah bersama Antaraya!

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleKarya-karya Terbaik Bapak Pelopor Prosa Angkatan ‘45
Next articleHari Ayah, Membaca Kisah Perjuangan Seorang Ayah
Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Panda insomnia penyuka irama, cerita, dan kata-kata indah penggugah rasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here