IKA UB
Dokumentasi Pelatihan Writerpreneur oleh Kompartemen Kebudayaan IKA UB via Zoom Meeting pada Sabtu, 6 Januari 2024 | Dok. Kompartemen Kebudayaan IKA UB

Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) melalui Kompartemen Kebudayaan mengadakan Pelatihan Writerpreneur untuk pertama kalinya bagi alumninya. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu 6 Januari 2024 pukul 10.00-14.00 WIB dimentori langsung oleh writerpreneur Kirana Kejora, alumnus Universitas Brawijaya.

Pada kesempatan ini, hadir Ketua Umum IKA UB, Ir. Zainal Fatah. Dalam sambutannya, Cak Fatah, panggilan akrabnya, menyerukan semangat maju bersama kepada 112 peserta yang hadir via zoom meeting.

Cak Fatah memberi wejangan, bahwa kehadiran program-program IKA UB periode ini, harus lebih sering interaktif, pertemuan dengan alumni, khususnya alumni muda yang baru lulus.

“Kita harus maju serentak. Ini penting, terkhusus bagi alumni muda membutuhkan network. Karena itu, seniornya harus ambil bagian membuka diri dan menghubungkan alumni muda untuk berkarir optimal. Terlebih di tengah disrupsi terjadi begitu cepat bertransformasi ke digital platform, para alumni harus sigap menangkap perubahan. Era teknologi ini juga menjadi peluang untuk mengembangkan kreativitas dan efektivitas pekerjaan. Kita perlu memanfaatkan sebaik mungkin. Satu contoh konkret melalui Pelatihan Writerpreneur ini, kita dapat bertemu secara online. Harapannya akan menghasilkan suatu karya bersama yang berdampak bagi universitas, alumni, dan masyarakat secara luas.

Semua peserta serius menyimak sambutan Cak Fatah yang terus membakar semangat alumni.

“Musim semi untuk IKA UB sudah tiba, saatnya kita maju serentak!” terang Ketua Alumni IKA UB itu.

Sementara itu, Ketua Kompartemen Kebudayaan IKA UB, Redy Eko Prastyoa, juga selaras menyatakan dalam sambutannya dengan Ketua IKA UB.

“Kompartemen Kebudayaan pertama kali ada di IKA UB. Ini menjadi langkah penting untuk menekankan kerja-kerja kebudayaan dalam semua lini disiplin ilmu alumni UB. Aspek estetika, intuisi, kepekaan dalam membangun peradaban dapat tersampaikan dengan harmonis melalui pondasi kebudayaan.”

Bahasa (kepenulisan) merupakan bagian penting dari kebudayaan suatu bangsa. Sebab itu, membangun peradaban tidak bisa dilepaskan dari aktivitas literasi-menulis. Benang merah inilah yang ditangkap Kompartemen Kebudayaan IKA UB sebagai penyelenggara kegiatan Writerpreneur ini.

Pada kesempatan tersebut, pelatihan berlangsung dua sesi. Sesi pertama bertajuk “Siapa pun Bisa Menjadi Writerpreneur” dan sesi kedua mengusung tema “Travel Notes”. Kedua sesi diisi oleh Kirana Kejora yang tak henti mengobarkan bara api juang peserta, demi terwujudnya Brawijaya Writers Club.

Literasi yang sebenarnya adalah bagaimana bacaan dan tulisan kita bisa berdampak positif bagi kita dan lingkungan, bahkan dunia.

“Siapa pun bisa menjadi writerpreneur. Bukan soal berapa yang beli buku kita, tetapi soal pesan kita bagaimana bisa menyebar secara luas dan bermanfaat,” kata Kirana meyakinkan peserta saat kelas dimulai.

Tentu tidak hanya sekadar motivasi, untaian kata itu diikuti pemaparan teknis dan taktis dalam kepenulisan.

Lebih detail dan konkret lagi, Pendiri Komunitas Penulis Elang Nuswantara itu, menguraikan materi travel notes atau menulis cerita perjalanan dengan gaya bertutur.

“Setiap perjalanan menorehkan cerita. Sayang sekali bila tidak ditulis, diabadikan. Karena itu, dalam berbagai kesempatan perjalanan, saya selalu tulis apa yang saya lihat, dengar, dan rasakan dengan beragam model tulisan. Agar abadi dan menginspirasi secara luas,” terangnya.

Tak terasa, antusiasme telah melipat waktu, empat jam sudah acara berlangsung. Setelah mengunyah habis materi Writerpreneur dan Travel Note, tibalah waktunya mengeksekusi ilmu yang diperoleh; mencipta karya.

Pelatihan ini adalah trigger terciptanya Brawijaya Writer’s Club (BWC), wadah penulis alumni Universitas Brawijaya. Berikutnya para peserta belajar dan berkarya selama tiga bulan ke depan (Januari-Maret 2024) -pendampingan di WAG. Peserta akan menulis cerita fiksi berupa cerpen dan travel notes yang dibagi menjadi dua tema yaitu cerita unik interaksi sehari-hari dan cerita perjalanan ke alam. Tulisan yang bagus  akan dibukukan dengan konsep writerpreneur.

Semoga Pelatihan Writerpreneur IKA UB ini dapat melahirkan penulis-penulis yang mempunyai semangat memperbaiki literasi negeri. Penulis-penulis pejuang menaikkan kearifan Indonesia yang tak ada habisnya dengan kemasan sexy, popular dan kekinian.

Inilah satu cara IKA UB mencintai Ibu Pertiwi, menyebar virus literasi yang sebenarnya. Maju serentak lewat karya bersama, berdampak lewat tulisan sepenuh rasa.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articlePuisi Riska Widiana Tubuhmu Adalah Hari-Hari Yang Disederhanakan
Next articleHappily Ever After
Menghidupi hidup-Hidup menghidupi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here