Penyair Indonesia
Penyair Tersohor Indonesia

Puisi, karya sastra yang identik dengan kata-kata indah nan bermakna juga mendayu-dayu. Umumnya puisi berisi ungkapan hati dan ekspresi penyair atau penciptanya.

Puisi banyak disukai karena nilainya. Para penyair mampu merangkai kata-kata indah penuh makna yang menyentuh hati siapa saja pendengar atau pembacanya.

Puisi di Indonesia dipopulerkan Angkatan ’45, oleh tokoh ternama  yaitu Chairil Anwar. Sejak saat itu, puisi mulai diminati banyak pecinta karya sastra hingga akhirnya menjadi tren literatur modern sampai kini. Berbagai penyair telah menghiasi dunia puisi Tanah Air dari masa ke masa.

Indonesia memiliki deretan penyair legendaris yang populer, bahkan karyanya juga dinikmati masyarakat dunia. Siapa saja penyair-penyair tersohor Indonesia itu?

- belanja buku di sini -

Chairil Anwar
Siapa yang tidak mengenal puisi populer yang berjudul “Aku”? Puisi tersebut adalah karya Chairil Anwar. Perlu diketahui, penyair yang mendapat julukan “Si Binatang Jalang” ini lahir pada tanggal 26 Juli 1922. Penyair legendaris ini merupakan penggerak kesusastraan Indonesia, yaitu Angkatan ’45.

Chairil Anwar wafat pada tanggal 28 April 1949. Karena kontribusi besarna dalam puisi Indonesia, hari kepergiannya kini diperingati sebagai Hari Puisi Nasional di Indonesia. Adapun beberapa puisi Chairil Anwar yang cukup populer antara lain: Kerawang Bekasi, Nisan, Aku Ini Binatang Jalang, Deru Campur Debu, Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus serta puisi terakhir sebelum beliau wafat berjudul Cemara Menderai Sampai Jauh.

W.S. Rendra
W.S. Rendra merupakan salah satu penyair legendaris yang lahir di Solo pada tahun 1935. Beliau adalah tokoh sastra legendaris yang mampu menggubah puisi menjadi enak didengar dan dinikmati oleh siapa pun.

Perlu diketahui, karya W.S. Rendra tidak hanya dikenal di Indonesia saja melainkan di beberapa negara, seperti: Belanda, Inggris, Jerman, Jepang dan India. Tidak heran, jika puisi-puisi Rendra diterjemahkan ke beberapa bahasa asing.

W.S. Rendra atau Willibrordus Surendra Broto Rendra

Tidak hanya menulis puisi, W.S. Rendra juga menulis karya sastra lainnya, seperti naskah drama dan skenario, esai dan novel. Oleh karena itu, sastrawan tersohor itu dijuluki sebagai Burung Merak dalam Kesusastraan Indonesia.

Sapardi Djoko Damono
Disebut sebagai Bapak Puisi Indonesia, Sapardi Djoko Damono dikenal sebagai sastrawan Angkatan ’70-an. Puisi-puisinya telah banyak digemari oleh berbagai kalangan dari remaja sampai dengan orang dewasa. Puisi pria yang lahir pada tanggal 20 Maret 1940 ini bertemakan dengan keseharian masyarakat Indonesia, mulai dari puisi tema kehidupan hingga tema romantis.

Sapardi Djoko Darmono wafat tanggal 19 Juli 2020. Adapun puisi beliau yang populer, antara lain: Hujan Bulan Juni, Aku Ingin, Dukamu Abadi, Lelaki Tua dan Laut serta Ayat-ayat Api. Perlu diketahui, puisi beliau yang berjudul Hujan Bulan Juni diadaptasi menjadi film yang disutradarai oleh Reni Nurcahyo Hestu Saputra.

Sitor Situmorang
Tak kalah dengan Sapardi Djoko Darmono, penyair ini juga termasuk legendaris, yaitu Sitor Situmorang. Pria kelahiran Tapanuli Utara ini adalah seorang sastrawan Indonesia yang berprofesi sebagai wartawan. Kepopulerannya di dunia puisi diawali pada tahun 1948. Beberapa karya puisi Sitor Situmorang yang dirangkum dalam sebuah buku yakni, Dalam Sajak (1955), Wajah Tak Bernama (1956), Zaman Baru (1962), Dinding Waktu (1976).

Selain menulis puisi, Sitor Situmorang juga menulis naskah drama, skenario film, cerita pendek, esai hingga telaah sejarah. Sastrawan tersohor ini juga menerjemahkan beberapa karya sastra negara asing ke dalam bahasa Indonesia. Kepopuleran Sitor Situmorang membuatnya didaulat sebagai salah satu staf pengajar Bahasa Indonesia di Universitas Leiden, Belanda.

Joko Pinurbo
Satu lagi penyair legendari Indonesia, yaitu Joko Pinurbo. Pria kelahiran 11 Mei 1962 ini cukup terkemuka di Indonesia dengan beberapa karyanya. Hingga saat ini Joko Pinurbo aktif menulis dan memperkaya karya sastra Indonesia. Pada umumnya, puisi karyanya bertemakan narasi, ironi, humor serta perpaduan ketiganya.

Joko Pinurbo

Puisinya yang paling populer adalah Buku Latihan Tidur, Perjamuan Khong Guan dan Celana.  Joko Pinurbo juga mendapatkan banyak penghargaan atas karyanya, di antaraanya penghargaan Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta, Sih Award, Hadiah Sastra Lontar dan Tokoh Sastra Pilihan Tempo, serta penghargaan Tokoh Sastra Pilihan Tempo.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleSemarak Festival Budaya Kampung Cempluk!
Next articleSerenade Melancolique
Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Panda insomnia penyuka irama, cerita, dan kata-kata indah penggugah rasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here