Pertanian Organik
Sumber foto: Pexels.com

Pengetahuan tentang pentingnya keberadaan pertanian organik masih perlu digaungkan untuk diketahui masyarakat secara luas. Banyak manfaat jika tanaman organik bisa dikembangkan.

Untuk diketahui, bahwa tanaman organik termasuk ke dalam sektor pertanian, tetapi memiliki perbedaan dengan pertanian konvensional.

Dalam acara dialogIN bertajuk “Tumbuh Bersama Tumbuhan”, tim Intrans Publishing mengadakan siaran langsung melalui platform Instagram dengan nama pengguna @intranspublishing. Acara ini dilangsungkan dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh pada tanggal 24 September lalu. Selain itu, acara ini juga merupakan salah satu dari serangkaian acara lainnya yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT PT Citila yang ke-19.

Dipandu oleh Roiyul, diskusi kali ini mengundang pendiri dari Abang Sayur Organik, yaitu Diyah Rahmawati Wicaksana. Mbak Diyah merupakan seorang ibu rumah tangga yang memiliki kisah dibalik berdirinya Abang Sayur Organik.

- belanja buku di sini -
Sumber foto: Instagram @intranspublishing

Abang Sayur Organik pertama kali berdiri diawali dari kebutuhan pribadi Mbak Diyah sendiri. Beliau merupakan penderita eklampsia. Eklampsia merupakan kondisi kejang yang terjadi pada wanita hamil atau pada masa nifas disertai hipertensi. Dalam hal ini, Mbak Diyah didiagnosis menderita eklampsia pada masa kehamilannya yang kedua pada tahun 2011 lalu. Diketahui bahwa eklampsia merupakan penyebab kematian tertinggi kedua terhadap ibu hamil, setelah hipertensi.

Pada tahun tersebut, makanan atau tanaman organik masih tidak mudah didapatkan, padahal mengonsumsi organik merupakan hal yang diperlukan dalam pengobatan eklampsia. Dari hal inilah, Mbak Diyah memiliki inisiatif dan ide-ide dalam mendirikan pertanian organik. Pertanian ini beliau dedikasikan untuk ibu-ibu di luar sana, terutama bagi mereka yang menderita eklampsia.

Selain untuk membantu penderita eklampsia, makanan organik memiliki manfaat lain, seperti untuk kesehatan dan kecantikan. Dengan mengonsumsi makanan organik, kesehatan dan kecantikan akan terawat secara alami dari dalam tubuh.

Pertanian organik memiliki perbedaan dengan pertanian konvensional pada umumnya. Mulai dari input bahan baku, sampai pada tahap pengiriman konsumen, pertanian organik memiliki peraturan yang ketat dan teliti. Seperti dari mana asal tanah untuk menanam, pernah diberi unsur kimia atau tidak, atau apakah pernah melewati sungai yang tidak sehat atau tidak. Selain itu, sumber-sumber dari bahan baku pertanian harus dijamin organik dan memiliki lahan yang berkualitas. Bahkan, pada tahap labelling, sablon yang digunakan sangat diperhatikan. Terdapat Lembaga Penjamin Mutu yang menilai dan menjamin mutu dan kualitas produk-produk organik.

Perkembangan dunia pertanian organik di Indonesia mengalami peningkatan secara terus-menerus. Mulai dari variasi produk organik, lahan pertanian yang terus bertambah, pelaku pertanian organik bahkan semakin bertambah. Meski demikian, masih diperlukan edukasi lebih lanjut terkait produk organik, baik terhadap produsen maupun konsumen dari produk organik.

Ke depannya, pertanian organik dapat menjadi solusi bagi masyarakat umum untuk kebutuhan pangan. Hal ini dikarenakan tanaman organik meninggalkan warisan yang memiliki banyak manfaat untuk generasi selanjutnya. Seperti dari segi air, yang digunakan untuk konsumsi, mandi, dan kebutuhan lainnya.

Memelihara tanaman organik tidak terlepas dari kendala-kendala yang bisa saja dialami. Seperti seakan terdapat jarak antara pasar dengan lapangannya. Para pelaku usaha tidak secara langsung mendengar informasi paling terbaru, sehingga mereka tidak memenuhi apa yang dibutuhkan oleh pasar yang berinteraksi langsung dengan konsumen produk organik. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan perantara, yaitu berupa edukasi terkait kebutuhan pasar yang masih jarang diketahui oleh para petani tanaman organik.

Sumber foto: Pexels.com

Edukasi tersebut salah satunya bisa didapatkan melalui buku berjudul “Sistem Pertanian Organik”. Buku tersebut menjelaskan tentang bagaimana sistem yang berlaku dalam pertanian organik, kebijakan pemerintah, falsafah dan prinsip-prinsip pertanian organik.

Buku “Atraktan Kopi Ramah Lingkungan” juga memiliki manfaat bagi para pelaku pertanian yang menhindari bahan-bahan kimia atau dengan kata lain pertanian alami. Atraktan sendiri merupakan perangkap serangga, yang memanfaatkan bau sebagai perangsang untuk menarik serangga agar mendekat dan sekaligus membasminya. Alat yang dibuat sederhana ini dapat mengalihkan serangga yang biasa menyerang pohon kopi untuk masuk perangkap yang disediakan. Hal ini tentu sangat bermanfaat dalam keberlangsungan tanaman organik dari hal-hal yang dapat menyebabkan gagal panen.

Tanaman organik berbeda perlakuannya dengan pertanian konvensional. Seperti media tanam dan bahan-bahan pendukungnya yang bisa didapatkan di manapun. Diperlukan kesabaran dalam proses menanam tanaman organik, karena jika kita ingin cepat-cepat panen, produk yang dihasilkan justru menjadi tidak maksimal. Seperti Malika, rawatlah tanaman organik seperti anak sendiri.

Menurut Mbak Diyah, pertanian organik ialah pertanian dulu, hari ini, dan nanti. Pertanian merupakan pekerjaan yang tidak memandang latar belakang, yang membawa begitu banyak manfaat, baik dari sektor pangan maupun sektor pekerjaan.

Bagi Mbak Diyah, makna seorang petani sendiri merupakan suatu prospek yang perlu untuk dikembangkan. Pertanian tidak hanya sekadar menanam, tetapi lebih kepada menjaga stabilitas atau kondisi di dalam bumi. Tidak hanya membicarakan persoalan negara, tanaman organik pun mencakup tentang kehidupan bumi kita.

Sebagai penghuni bumi, setiap individu memiliki kontribusi dan versi masing-masing dalam membangun kesehatan lingkungan kita. Bagi konsumen dan produsen tanaman organik, jika tidak ada petani yang memiliki pertanian, tidak akan ada konsumen tanaman organik, hal ini juga berlaku sebaliknya.

Mari kita perkuat peran masing-masing dalam membangun pertanian organik, yang secara langsung berkontribusi dalam kesehatan lingkungan, dan mewariskan kebaikan untuk generasi-generasi mendatang.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleAsyiknya Bermain, Berbudaya, dan Berolahraga
Next articleAgamis dan Konsumtif Beda Tipis
Mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Negeri Malang yang sebentar lagi lulus, aamiin!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here