Pidi Baiq

Siapa yang tak kenal dengan Dilan 1990? Baik series novel dan filmnya banyak digandrungi para remaja. Ceritanya yang berangkat dari kisah nyata pun semakin menarik perhatian massa. Nama Pidi Baiq sebagai penulis melejit setelah novel pertamanya dari series Dilan terbit, yakni Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990. Bacaan ringan yang mengisahkan masa-masa PDKT Dilan dengan Milea ini dibumbui dengan humor nyeleneh ala Pidi Baiq yang dapat merebut hati pembaca.

Sebelum namanya melejit sebagai pengarang novel, nama Pidi telah dikenal melalui grup band The Panasdalam Bank. Band yang mengisi ost Dilan 1990 ini digagas pada 1995 dan masih eksis hingga kini. Lagu-lagu gubahan band ini menggandeng banyak publik figur, salah satunya adalah pemeran Milea, Vanesha Prescilla.

Kesuksesannya dalam bermusik tersebut, tak jauh dengan latar belakangnya yang telah menekuni seni sejak ia duduk di bangku kuliah Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. Selain piawai dalam bermusik dan menulis, Pidi juga merupakan sutradara yang hebat. Baracas: Barisan Anti Cinta Asmara yang merupakan film debutnya sebagai sutradara pada tahun 2017 berhasil membuat Pidi menyabet penghargaan IKAPI Award kategori Writer of The Year. Film garapannya yang kedua merupakan film fenomenal hasil adaptasi dari series novelnya yang paling dashyat, yakni Dilan 1990. Film yang sukses mendunia ini tak diragukan lagi dapat menyabet beberapa penghargaan. Film Dilan 1990 dinyatakan sebagai pemenang dalam Movie of The Year – Indonesian Choice Awards 2018 dan Film Terfavorit – Indonesian Movie Actors Awards 2018.

Setelah rampung dengan film Dilan 1990, Pidi Baiq meneruskan karirnya sebagai sutradara dan penulis skrip melalui film Koboy Kampus. Film yang tayang tahun 2019 itu juga merupakan film hit garapannya yang dibintangi banyak artis papan atas, seperti Bisma dan Ricky Harun. Di tahun yang sama juga, Pidi berhasil menggarap film dari lanjutan series novel Dilan 1990, yakni Dilan 1991. Film Dilan 1990 yang telah menjadi salah satu film fenomenal pada tahun sebelumnya, membuat film Dilan 1991 ini menjadi instant hit.

Series novel Dilan yang membawa namanya melejit, membuatnya tak lupa juga membuat film dari bagian ketiga series tersebut, yakni Milea: Suara dari Dilan hanya dengan selang waktu setahun.  Dan pada tahun berikutnya, tepatnya pada tahun 2021, novel bagian keempat dari series Dilan tersebut terbit. Ancika: Dia yang Bersamaku di Tahun 1995 merupakan judul buku novel tersebut. Film dari bagian keempat dari series Dilan ini kabarnya masih dalam proses penggarapan dan akan segera tayang di bioskop. Namun selain kabar tersebut, penulis yang kerap disapa Ayah ini juga sempat dikabarkan terserang penyakit jantung koroner dan harus diboyong ke rumah sakit untuk dilakukan pemasangan ring pada April 2022.

Keproduktifan sosok Pidi Baiq ini tak diragukan lagi. Selain aktif menulis series Dilan, bermusik, dan menghasilkan film-film yang fenomenal, ia juga pernah menulis series Drunken Monster yang menghantarkan namanya lebih dikenal sebelum adanya Dilan. Series tersebut antara lain, Drunken Monster: Kumpulan Kisah Tidak Teladan (2008), Drunken Molen: Kumpulnya Kisah Tidak Teladan (2008), Drunken Mama: Keluarga Besar Kisah-kisah Non Teladan (2009), dan Drunken Marmut: Ikatan Perkumpulan Cerita Teladan (2009).

Selain karya-karyanya yang berseri tersebut, Pidi juga banyak menulis karya yang lain. Karya-karya hasil coretannya yang lain adalah Bandung, Pahlawan Pembela Kebetulan: Kasus Tikus Tarka (1997), Al-Asbun Manfaatulngawur (2010), Hanya Salju dan Pisau Batu (2010), At-Twitter: Google Menjawab Semuanya, Pidi Baiq Menjawab Semaunya (2012), S.P.B.I: Dongen Sebelum Bangun (2012), dan Asbunayah: Kumpulan Quote 1972-2098.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleKampung Melumbung, Pemajuan Kebudayaan dari Kampung
Next articleMempertemukan Bookstagram: Bincang Pengalaman Mengulas Buku
Mahasiswi Universitas Negeri Malang, Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here