medium.com
Jangan Jadi Procrastinator Klau Tidak Mau Begini

Memang benar dan tak bisa disangkal kalau sebagian besar orang lebih suka bersantai, bebas, dan tak terikat dari segala beban. Kebanyakan orang menggambarkan hidupnya hanya untuk bersenang-senang dan bermain-main. Padahal sejatinya, kehidupan itu harus dilakukan seefektif mungkin agar produktivitas semakin berkualitas. Sayangnya, sebagian besar orang tak berpikiran begitu. Masih ada saja yang mengutamakan kesenangan daripada fokus dalam penyelesaian tugas dan pekerjaan.

Bukannya tanpa sebab saya menuliskan pernyataan di atas. Kalau dilihat dari bagaimana teman-temanku menyelesaikan tugas, mayoritas lebih memilih untuk bermain game terlebih dahulu. Siapa, sih, yang tidak tergoda dengan Valorant, atau mungkin Call of Duty? Lagi, beberapa yang lain juga lebih memilih untuk menonton film, membuka aplikasi sosial media dengan embel-embel “memperluas relasi” padahal sejatinya hanya untuk menghilangkan stres. Tapi apakah dengan begitu, kamu benar-benar bisa menghilangkan stres? Tentu tidak. Karena tugas yang terbengkalai tersebut masih menanti untuk dikerjakan oleh si pemalas alias si penunda pekerjaan alias si procrastinator.

Banyak yang masih belum paham arti procrastinator. Procrastinator berasal dari bahasa Latin yaitu pro, yang berarti “meneruskan, maju, atau mendukung” dan crastinus, yang berarti “besok”. Sebagai percontohan, saya akan memberikan ilustrasi mengenai hal ini.

Minggu yang cerah, sangat cocok untuk bersantai di rumah sambil bermain game meskipun tugas-tugas masih menumpuk. Seperti ada suara di kepala saya, “Ya! Saya akan melakukannya besok!”

“Melakukan apa?” tanya teman saya yang sama-sama bermain game.

“Tugas matematika. Masih ada besok, kan?” ucap saya sambil menyatakan pembelaan.

“Benar. Kita lanjutkan dulu saja permainan kita!”

Benar-benar si pemalas dan si penunda pekerjaan. Hal seperti ini seharusnya jangan dilakukan. Apabila dibiarkan, kebiasaan seperti ini akan semakin melekat pada pribadi masing-masing orang. Bakat menjadi procrastinator ini harus dicegah tentunya dengan memproduktifkan diri. Dilansir dari Daihatsu, sebagai procrastinator harus bisa membiasakan diri dengan bangun lebih pagi, fokus pada setiap perubahan dalam hidup yang berkaitan dengan kemajuan, serta jangan mengeluh. Apabila kurang lebih ketiga hal tersebut dilakukan secara bertahap, bekal procrastinator niscaya akan segera hilang. Bahkan, jika kamu memang memiliki giat yang kuat agar kebiasaan menunda pekerjaan ini raib, tentunya segala upaya akan membuahkan hasil maksimal.

Oh iya, berkaitan dengan tips agar tidak menunda pekerjaan, tentunya juga harus diselingi dengan refreshing. Tapi perlu diingat, refreshing dilakukan secara berkala, bukan dilakukan dalam satu periode saja. Jika begitu, nantinya kita hanya akan fokus dalam refreshing, sehingga tugas-tugas akan terbengkalai lagi. Lantas, bagaimana cara agar kita tidak terbuai dalam masa refreshing kita?

Pertama, jangan lakukan refreshing yang berkaitan dengan permainan. Karena pada dasarnya, jika kita fokus dalam bermain game dan kita belum mencapai kemenangan, kita akan terus tergoda untuk menyelesaikan misi kemenangan.

Kedua, bukalah aplikasi yang mungkin memang bisa menyegarkan pikiran. Aplikasi yang dimaksud seperti membuka sosial media instagram.

Ketiga, jangan tertarik untuk menonton, apalagi menonton film yang memiliki episode berkelanjutan. Nantinya kalian akan tergoda untuk melanjutkan menonton daripada menyelesaikan tuntutan pekerjaan.

Keempat, ketika membuka sosial media, hindari melakukan percakapan terlalu mendalam dengan teman, keluarga, pacar, atau sahabat. Karena, jika kita masuk dalam percakapan yang memungkinkan terjadinya “deep talk”, tugas lagi-lagi tidak dapat terselesaikan.

Ya, kurang lebih itulah rekomendasi alias tips yang mungkin bisa membantu kalian agar tidak terlalu sering menunda pekerjaan dan lebih suka pada hal-hal yang berkaitan dengan kesenangan. Sejatinya, pekerjaan itu harus dinomorsatukan dan kesenangan duniawi dinomorsekiankan. Semoga artikel ini membantu kalian, para procrastinator sejati, untuk meninggalkan bakat-bakat kelam seperti procrastinator, hehehe.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini