Buku Atomic Habits

Buku Atomic Habits merupakan buku karya James Clear. Buku ini menjadi buku terlaris di Gramedia Indonesia. Dari sekian banyak buku Self-Development yang beredar, buku Atomic Habits menjadi buku yang paling dicari pembaca. Buku ini telah terjual lebih dari 100.000 eksemplar di Indonesia. 

Buku ini adalah buku motivasi yang berisi cara mengubah hidup dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan kecil. Selain itu, buku ini juga berisi teori-teori ilmiah dan kumpulan kisah inspiratif dari tokoh-tokoh sukses dunia.

Buku ini sangat direkomendasikan jika anda ingin melakukan perubahan pada diri anda. Apalagi untuk anda yang kesulitan memulai kebiasaan baru. Buku Atomic Habits ini juga berisi kutipan-kutipan yang memotivasi serta bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut merupakan beberapa isi kutipan di dalam buku ini:

“Kita berubah sedikit demi sedikit, hari demi hari, kebiasaan demi kebiasaan” (Halaman 45). 

“Semakin baik kita memahami sifat dasar kita, makin baik strategi yang dapat kita jalankan” (Halaman 259). 

“Satu-satunya cara untuk menjadi hebat adalah terus bersemangat ketika mengerjakan hal yang sama berulang-ulang. Anda harus jatuh cinta pada kebosanan” (Halaman 270).

“Anda mungkin mendapati bahwa sebuah kebiasaan akan terlalu sulit dan anda perlu menjadikannya mudah. Dan ada kalanya, anda merasa tidak ingin mempertahankannya, jadi anda akan perlu menjadikannya memuaskan” (Halaman 289).

Dalam buku ini juga ada pengantar tentang masa muda James Clear yang mengalami kecelakaan dan membuat dirinya tidak sadar sehingga harus dirawat di Rumah Sakit. Penyebab terjadinya kecelakaan itu karena ulah dari tangan temannya yang melakukan kesalahan saat bermain bermain bisbol. Pemukul lepas dari tangan temannya dan mengenai wajah James Clear. Setelah dilarikan ke rumah sakit, James memperoleh perawatan.

Singkat cerita James mengalami cedera sehingga tidak dapat mengikuti olahraga bisbol lagi. Lalu, setelah mulai sembuh dari cedera, James mulai untuk berlatih secara maksimal supaya dapat masuk grup inti SMA. Namun, hasil yang didapatkan kian nihil, sehingga James tidak bisa masuk grup inti bisbol tersebut hingga lulus SMA.

James Clear merupakan seorang yang tidak menyerah. Dia terus berusaha dengan latihan secara terus-menerus dan maksimal. Hingga kemudian, hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan. Kebiasaan tersebut akhirnya mengantarkan James kepada kesuksesan di Universitas. James memperoleh banyak prestasi di Universitasnya.

Kebiasaan yang James miliki dapat menjadi contoh untuk kita agar terus-menerus berusaha bahkan pada hal-hal terkecil. Lebih baik kita melakukan perubahan 1% secara terus menerus daripada langsung ke perubahan 100% tapi tidak terus menerus.

Menurut Buku Atomic Habits untuk menciptakan kebiasaan baik tersebut terdapat 4 hal, yang harus dilakukan yaitu, menjadikan kebiasaan itu terlihat, menjadikannya menarik, menjadikannya mudah, dan menjadikannya memuaskan. Sedangkan untuk menghentikan kebiasaan buruk bisa dilakukan dengan menjadikannya tidak terlihat, menjadikannya tidak menarik, menjadikannya sulit, dan menjadikannya mengecewakan.

Penerapan untuk menjadikan kebiasaan baik terlihat adalah dengan mengisi kartu nilai kebiasaan. Mulailah untuk menulis kebiasaan-kebiasaan anda saat ini. Selanjutnya dengan menggunakan niat implementasi, misalnya aku akan membaca buku pada pukul 13.00 di Perpustakan. Lalu, mulailah menumpuk kebiasaan tersebut. Setelah selesai melakukan kebiasaan tersebut, mulailah melakukan kebiasaan baru yang lebih baik. Suatu hal yang tidak kalah penting juga adalah merancang lingkungan untuk menjadi petunjuk agar kebiasaan baik terlihat. Mungkin itu salah satu bentuk dari penerapan prinsip menjadikan sebuah kebiasaan terlihat. Buku ini sangat direkomendasikan bagi siapapun yang ingin menjadi lebih baik.


Buku Atomic HabitsJudul Buku: Atomic Habits: Perubahan Kecil yang memberikan hasil luar biasa
Penulis: James Clear
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleNostalgia Kisah Cinta Era 80-an Lewat Film Remake “Gita Cinta dari SMA”
Next articleDataran Tinggi Candi Songgoriti
Mahasiswa Administrasi Publik, Universitas Widya Mataram Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here