Hari pertama, MCW & Citila Grup membersamai Universitas Islam Malang menggelar sebuah diskusi sekaligus peluncuran buku terbaru dari MCW, yang berjudul ‘Demokrasi Dikorupsi’ jilid/edisi yang kedua, dengan mengusung tema kecil yang bertajuk ‘Diskusi Publik dan Konsolidasi Gerakan’, Sabtu (12/10/2022).

Dari panitia pelaksana sendiri, diadakannya Roadshow yang berlangsung selama 3 hari tersebut, selain merupakan kegiatan yang rutin, juga bertujuan untuk membicarakan kembali isu-isu nasional yang sedang hangat melalui perspektif yang kritis. Dan juga menjadi salah satu sarana gerakan mahasiswa di Malang.

Acara pertama terselenggara di Universitas Islam Malang, Gedung B lantai 2, tepatnya di Hall Syaikhona Kholil. Dimulai pada jam 8:00 sampai dengan 12:00 WIB, acara tak hanya melangsungkan diskusi. Di luar Hall Syaikhona Kholil juga dapat ditemukan bazar buku yang menjajakan buku-buku pilihan bertema korupsi maupun bukan.

Para pembicara yang mengisi diskusi antara lain Eko Prasetyo (Pegiat Sosial dan Penulis Buku), M. Fahrudin Andriyansyah (Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum Unisma), dan dari pihak Malang Coruption Watch, Atha Nursasi (Penulis Buku Demokrasi Dikorupsi), dipandu oleh saudari Fadilah Tsabita dari Unisma sebagai moderator diskusi.

- belanja buku di sini -

Di antara mereka hadir juga Wakil Rektor III Kemahasiswaan Universitas Islam Malang, Dr. Ir. H. Badat Muwakhit, M.P. Beliau menyampaikan sambutan yang sekaligus menggantikan posisi Rektor Unisma yang berhalangan hadir pada saat itu. Menjelaskan bahwa persoalan-persoalan saat ini adalah persoalan yang penting untuk dipelajari.

“Mahasiswa penting untuk memahami apa itu antikorupsi, dan berupaya terus mengusung semangat ruang demokrasi. Sebab, mahasiswa akan terus menjadi tonggak dari gerakan-gerakan yang muncul selanjutnya,” ujarnya ketika mewakili sambutan.

Hal yang sedikit serupa juga disampaikan oleh pegiat sosial, yakni Eko Prasetyo, dalam diskusi. Ia mengungkapkan bahwa mahasiswa mesti mempunyai kesadaran atas lingkungan serta masalah yang ada, dan bergerak membenahi itu bersama-sama. Sementara Fahrudin Andriyansyah sempat menyinggung geliat MCW yang terus mengawal cara berpikir kritis di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Roadshow yang diadakan MCW dan Citila Grup ini sisanya akan berlangsung selama 2 hari ke depan, dan memiliki tema-tema kecil yang beragam. Tentu para pembicara pada setiap seri diskusi akan berbeda, tergantung pada apa yang diusung dalam tema.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleBeethoven : Yang Tuli yang Mahakaryanya Abadi
Next articleCerpen Memohon Cumbu di Rumah Candu Karya Muhammad Alif Ichsan
Lahir dan besar di Singaraja, Bali. Menulis dan menonton film

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here