hari puisi

Puisi merupakan salah satu jenis karya sastra yang memiliki ciri bahasa berbeda dari yang lain. Ciri dari puisi sendiri adalah bahasanya yang terikat oleh irama, mantra, rima juga tatanan setiap susunan larik dan bait. Pada umumya, puisi berisi emosi, pengalaman, dan kesan penulis yang selanjutnya dituliskan menggunakan kata-kata yang indah dan tertata sehingga memiliki rima.

Puisi sendiri memiliki hari peringatan, yaitu Hari Puisi Sedunia yang ditetapkan pada November 1999 oleh UNESCO (the United Nations Educational, Scientific adn Cultural Organization).

UNESCO bermaksud menetapkan Hari Puisi Sedunia untuk mendukung keberagaman linguistik dengan ekspresi puitis serta menjaga nilai-nilai bahasa agar tidak hilang, karena munculnya bahasa-bahasa baru yang dianggap lebih “kekinian”.

Puisi sendiri pastinya memiliki tujuan dalam pembentukkannya. Tujuan dari penulisan puisi cukup beragam, mulai dari keinginan penulis untuk mengungkapkan isi hati, isi kepala, atau hanya sekadar hiburan saja. Tujuan dari puisi biasanya tidak begitu terang-terangan, tetapi tersembunyi di balik diksi yang penulis pilih dan juga kiasan-kiasan yang terdapat di dalamnya.

Hal-hal yang diangkat dalam puisi juga beragam seperti tujuanya. Bisa mengenai cinta kasih, penderitaan, kesedihan, kenikmatan, sukacita, peperangan, kemenangan, kemerdekaan, pendidikan, politik, ekonomi, sosial, kehidupan bermasyarakat, dan masih banyak lagi. Sebenarnya, puisi bisa mengangkat apa saja yang ada dalam kehidupan dan penulis biasanya mengangkat hal-hal yang memang berada di sekitarnya atau di dalam dirinya sendiri. Hal itu bisa berbentuk kegelisahan, keresahan, atau perasaan.

Di sini, penulis artikel ingin berfokus pada keromantisan dari sebuah puisi. Dari banyaknya tujuan dan isi dari puisi, penulis sangat tertarik pada puisi-puisi romantis yang begitu memikat hati dan mampu membuat pembacanya ikut terbawa pada setiap kata.

Puisi-puisi romantis tersebut menghasilkan bebagai macam perasaan, seperti tersipu malu sendiri, bahagia, atau malah kesedihan yang begitu mendalam, luka, dan lara. Berikut penulis ingin membagikan dua puisi romantis yang begitu menyayat hati karena kisahnya yang tragis.

Yang pertama, Chairil Anwar, pastinya banyak dikenal oleh kita karena karyanya yang sering berlalu lalang di media sosial sampai saat ini. Kadang juga digunakan dalam pertunjukkan dan pengajaran, serta masih sering dibacakan dalam acara-acara kesenian. Chairil Anwar lahir di Kota Medan pada tanggal 26 Juli 1992.

Beliau semasa hidupnya menghasilkan banyak karya puisi dengan berbagai tema, seperti eksistensialisme, kematian, multi-interpretasi, hingga pemberontakan. Salah satu puisinya yang bertema romantis berjudul “Cintaku Jauh di Pulau”.

Puisi ini berisikan tentang betapa cintanya seorang lelaki pada seorang perempuan, tetapi tidak berakhir manis seperti wajah si perempuan. Puisi yang begitu menyayat hati ini bisa membuat pembaca merasakan betapa merananya tidak bisa berakhir bersama dengan orang yang begitu dicintai.

Cintaku Jauh di Pulau

 

Cintaku jauh di pulau, gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar angin membantu/ laut terang, tapi terasaaku tidak ‘kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu, di perasaan penghabisan segala melaju. Ajal bertakhta, sambil berkata: “Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh! Perahu yang bersama ‘kan merapuh! Mengapa Ajal memanggil dulu. Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau, kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.

 

Yang kedua, W. S. Rendra merupakan tokoh yang sangat berdampak bagi kesusastraan Indonesia. W. S. Rendra lahir di Solo pada tahun 1935 dan memiliki kara-karya puisi semasa hidupnya. Beliau sangat berdampak karena karya puisinya yang memiliki unsur estetika yang sangat indah dan mampu memikat banyak orang yang membaca puisinya.

Salah satu puisinya yang bertema romantis berjudul “kangen”. Puisi ini berisikan betapa patah hati dan kesepiannya bila sendiri tanpa kekasih yang begitu dicintai dan dinanti sampai rasanya segala kebaikan hidup menjadi hampa dan hambar tanpa si dia yang begitu didambakan hati.

Kangen

 Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
menghadapi kemerdekaan tanpa cinta

Kau tak akan mengerti segala lukaku
karena cinta telah sembunyikan pisaunya.

Membayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.

Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
Apabila aku dalam kangen dan sepi

Itulah berarti
aku tungku tanpa api
.

 Di atas tadi dua puisi pilihan penulis. Masih banyak sekali puisi-puisi bertema romantis dan tak kalah bikin hati meringis menangis. Sebenarnya puisi bertema romantis tidak hanya tentang kesedihan dan kegalauan saja, tetapi juga kebahagiaan dan haru yang bisa ditemukan di buku-buku puisi hasil karangan penulis yang jumlahnya banyak sekali.

Penulis memilih mengangkat tema romantis yang tragis karena rasa-rasanya lebih relate dengan kehidupan nyata. Puisi sejenis itu kerap kali berakhir pedih karena cinta yang tak terbalas atau tak direstui bumi, hehebecanda. Puisi memang dibuat untuk dinikmati dan dirasakan hati. Baik yang beraliran romantis seperti contoh di atas maupun aliran lain, seperti perjuangan, penderitaan, kemerdekaan, dan masih banyak lagi.

Kita bisa mengapresiasi puisi dengan membagikannya, mengutipnya, menganalisisnya, atau juga menulis puisi buatan sendiri. Jangan sampai puisi yang merupakan karya sastra yang begitu indah ini ditinggalkan karena dianggap tidak kekinian lagi.

Selamat Hari Puisi Sedunia. Semoga semakin banyak penulis puisi baru dan puisi-puisi lama bisa terus dinikmati sampai masa-masa yang akan datang dan tidak dilupakan.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous article“Semesta dan Kejutannya” Melebur Bersama Pembaca
Next articleDalam Dirinya, Masa Depan Digantungkan
Mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Negeri Malang. Lahir di Tarakan 12 juli 2001. Jessica aktif dalam kepenulisan di platform online.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here