the last of us

“Tidak ada obat dan tidak ada vaksin, mulailah pengeboman. Bom seluruh kota dan seluruh orang yang ada di dalamnya,” ucap Professor Ratna.

 

 

 

 

Pecinta film horror action di Indonesia dikejutkan dengan serial The Last of Us dengan kemunculan aktris senior Indonesia Christine Hakim. Ia berperan sebagai profesor ahli mikologi Universitas Indonesia yang menyelidiki wabah aneh di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Film yang diangkat dari game ini bercerita tentang  petualangan bertahan hidup Joe (Pedro Pascal) dan Ellie (Bella Ramsey) melintasi kawasan yang dikuasai zombie. Game-nya sendiri pertama kali dirilis pada tanggal 14 Juni 2013 untuk PlaysStation 3 yang dikembangkan oleh Naughty Dog dan diterbitkan oleh Sony Computer Entertainment. Di game tersebut, pemain dituntut untuk membasmi zombie-zombie dari makhluk yang terinfeksi oleh Jamur Cordiceps.

Resmi tayang pada 16 Januari 2023, serial ini dapat ditonton di platform HBO. Tentunya ada beberapa fakta menarik yang dapat ditemukan dalam film ini.

Terinspirasi dari Infeksi Jamur Asli

Serial ini terinspirasi oleh jamur ophiocordyceps atau cordyceps . Genus ini mencakup kurang lebih 600 spesies yang sebagian besar berasal dari Asia. Jamur ini memerlukan suhu yang lembab, sehingga cordyceps pada umumnya banyak ditemukan di hutan hujan tropis. Sebagian besar spesies cordyceps  menginfeksi serangga atau arthropoda lainnya.

Ketika jamur cordyceps menyerang inang, miselium dari jamur akan menginvasi dan pelan-pelan menggantikan jaringan serta organ inangnya. Setelah mengambil alih tubuh dan pikiran inang, mereka akan meyakinkan inang untuk mencari inang lain untuk dikontaminasi. Spora dari jamur kemudian akan tumbuh dari inang tersebut, menyerupai akar atau batang yang mencuat keluar dari tubuh mereka.

Pada serial The Last Of Us, perubahan iklim yang begitu ekstrim mengakibatkan mutasi pada jamur Cordiceps. Inilah yang ditakuti para ilmuwan karena infeksi jamur tidak memiliki vaksin yang mampu menangkalnya. Diceritakan jamur cordiceps menyebar melalui panganan berupa roti dan sejenisnya lalu perlahan-lahan menjangkiti seluruh umat manusia.

Jakarta Adalah Tempat Pertama Pandemi Muncul

Pada episode pembuka The Last Of Us, Joe mendengar siaran radio bahwa telah terjadi kekacauan di Kota Jakarta. Sumber kekacauan ini terjawab pada episode kedua dengan tampilnya aktris senior asal Indonesia Christine Hakim yang berperan sebagai Bu Ratna. Berlatar tahun 2003, Bu Ratna selaku Profesor Mikologi Universitas Indonesia dijemput seorang bapak TNI untuk menyelidiki kejadian aneh pada karyawan yang terjangkit jamur di rumah sakit. Lantas Bu Ratna sangat kaget dan menyadari bahwa jamur yang selama ini disangka tidak berbahaya ternyata dapat menjangkiti manusia.

Scene yang ditampilkan pada episode kedua tersebut sangat epik. Christine Hakim sukses membawa peran yang penuh ketegangan dan juga emosional. Di satu sisi, penggambaran kota Jakarta era 20-an juga sangatlah ikonik, meskipun pada aslinya pengambilan gambar dilakukan bukan di Kota Jakarta melainkan di Kota Calgary, Provinsi Alberta Kanada. Tentunya ini tidak terlepas dari aturan ketat Indonesia saat masa  pandemi Covid-19 yang tidak mengizinkan proses syuting.

Terdapat Tingkatan Zombie

Seperti film zombie kebanyakan, The Last of Us juga menyajikan penggambaran zombie yang khas. Wujud zombie berbeda sesuai tingkatan perkembangan infeksi jamur pada inangnya. Tahapan pertama adalah runners, orang yang baru saja terinfeksi jumur cordiceps, berwujud seperti manusia pada umumnya. Namun mereka tidak bisa mengendalikan otak dan tubuh secara total.

Stalkers adalah tahap kedua dimana orang terjangkit jamur cordiceps selama dua minggu hingga satu tahun. Infeksi makin buruk, jamur mulai muncul di kepala dan seluruh tubuh mereka. Stalker menyergap menunggu di dalam sudut yang gelap. Orang yang menderita pada tahap ini akan menempel dekat dinding dan membiarkan jamur cordiceps menempel di dinding.

Clickers adalah tahap ketiga yang sudah muncul di episode 2. Penderita yang sudah terinfeksi sudah lebih dari dua tahun. Korban yang terinfeksi jamur cordyceps pun akan kehilangan matanya dan bentuk jamur muncul pada kepalanya seperti karang. Kemampuannya lebih tangguh dan menyerang mangsanya mencabik-cabik. Dia juga mempunyai suara yang khas seperti klik.

Bloaters adalah tahapan ketiga, orang yang terinfeksi jamur cordyceps selama puluhan tahun. Bentuknya semakin menakutkan dan menjijikan. Tubuhnya gempal karena berisi cairan dan memiliki kulit jamur yang begitu keras sebagai perisai. Tak hanya itu, bloater mampu menembakkan bom spora yang dapat meledak.

Memecahkan Rekor di Kanada

Neil Druckman selaku sutradara telah berencana mengadaptasi game The Last of Us ke dalam film sejak tahun 2019. Namun serial ini baru dapat terealisasi pada tahun 2021.Proses syuting dilakukan selama setahun, mulai dari Juli 2021 hingga Juni 2022. Serial ini berlatar tempat di kota-kota seperti Austin, Texas dan Boston, Massachusetts, bahkan Jakarta. Nyatanya proses syuting tersebut diambil seluruhnya di Alberta, Kanada.

Bisa dikatakan produksi serial The Last of Us tidak main-main. HBO menggelontorkan dana hingga 2,89 triliun pertahun seperti dilansir dari laman Engadget. Bahkan menurut DH News, produksi serial film ini sampai mencakup penebangan pohon dan salju, mengubah etalase toko lokal agar lebih sesuai dengan alur film tersebut, dan mengirimkan mobil polisi dari Texas. Tak ayal semua itu membuat The Last of Us menjadi serial televisi terbesar dalam sejarah Kanada.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleRekomendasi Buku-Buku Ringan, Dijamin Menjernihkan Pikiran!
Next article10 Buku Bertema Luar Angkasa Terbaik, Fiksi dan Non Fiksi
Mahasiswa Jurusan Fisika UIN Maulana Malik Ibrahim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here