Fotografer: Ns. Khadijah

Semilir angin dingin yang mulai menusuk tulang tak bisa dihindari di malam itu, 16 Februari 2022 di sebuah kedai di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Semakin malam para pengunjung yang hadir untuk menikmati salah satu kegiatan budaya Jawa yaitu Macapat.

Tepat pukul 20.12 wib, kegiatan Macapat yang dijadikan pembukaan dalam kegiatan diskusi buku Tumapel, Cikal Bakal Majapahit, karya Prof. Henricus Supriyanto, seorang guru besar Universitas PGRI Surabaya.

Fotografer: Ns. Khadijah

Sebelum Macapat dimulai terlebih dahulu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang kemudian dilanjutkan dengan tari jejer Banyuwangi.

Macapat adalah puisi Jawa bertembang yang masuk kedalam periodisasi puisi Jawa baru. Macapat disebut sebagai puisi bertembang karena membacanya ditembangkan.

Buku yang berjudul Tumapel; Cikal Bakal Majapahit, yaitu menceritakan tentang silsilah raja-raja Tumapel yang diyakini sebagai leluhur dari Raden Wijaya pendiri Kerajaan Majapahit yang kemudian menjelma menjadi Kerajaan besar di nusantara.

Dalam buku karya Prof. Henricus Supriyanto, ini ada yang menarik yaitu mengunglapkan hal-hal baru terkait silsilah keturunan raja-raja Tumapel yang banyak menceritakan hal baru tentang Tunggul Ametung, Ken Dedes, Ken Arok, dan Ken Umang.

Menurutnya, ada ketidaksesuaian antara tanggal menikah Ken Arok dengan Ken Dedes yang kemudian melahirkan raja-raja besar Majapahit seperti Raden Wijaya. Bahkan juga disampaikan bahwa diduga Ken Arok adalah anak dari Tunggul Ametung yang dititipkan kepada Mpu Loh Gawe.

Selain itu, dalam buku tersebut juga menceritakan tentang pusat kerajaan Singosari yaitu berada di Kedaton Kotaraja, yang diduga saat ini ada di sebelah timur selatan kota Malang dan juga pernah di pindah ke Kedaton Nagara Singosari oleh Rangga Wuni yang juga bernama Wisnuwardhana hingga dilanjutkan oleh Ketanegara.

Kegiatan merawat budaya macapat yang diselenggarakan ini dibarengkan dengan diskusi buku yang kemudian ditutup dengan kidungan.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleEksistensi dan Wajah-wajah Baru di Media Sosial
Next articleZiauddin Yousafzai, Siapa Dia?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here