Pandemi yang sampai saat ini belum juga usai membuat kita seolah terbiasa dan menormalisasi situasi tersebut. Bahkan, hari ini muncul varian baru, yaitu Omicron yang dianggap lebih membahayakan.

Situasi pandemi yang telah berlangsung hampir dua tahun memberikan dampak di beragam aspek kehidupan.

Aspek kehidupan yang mencakup bidang-bidang seperti ekonomi, politik, teknologi, kesehatan, bahkan sastra dan budaya pun terdampak oleh adanya pandemi.

Dapat kita rasakan adanya perubahan yang terjadi pada beragam bidang. Untuk menyikapinya, kita perlu membincang segala persoalan pandemi yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.

- belanja buku di sini -

Melalui Renjana Talk, semilirco menghadirkan sebuah wadah yang membahas isu pada bidang-bidang tersebut terkait dampaknya selama pandemi.

Pembahasan yang nantinya akan berlangsung diharapkan mampu memberikan solusi konkret atas respon dari situasi pandemi. Dengan demikian, normalisasi atas era baru dapat disikapi dengan cara-cara yang baru pula.

Pada 5 Februari 2022-Semilir.co menyelenggarakan kegiatan talkshow dengan nama Renjana Talks. Bertemakan Disrupsi Budaya di Era Pandemi, Renjana Talks menghadirkan sepuluh pembicara.

Para pembicara tersebut adalah tokoh budaya, sastra, akademisi, komunitas pegiat seni lainnya, dan 1 perwakilan dari Komisi D DPRD Kota Malang.

Talkshow diawali dengan penampilan musik dari Johan Wahyudi dan kawan-kawan, dan dilanjutkan oleh Redy Eko Prasetyo sebagai pemantik. Kegiatan dimulai pukul 19.00, berakhir sekitar pukul 22.00.

Kegiatan berlangsung dengan diskusi bersama dengan para pimbicara yang ahli di bidangnya masing-masing.

Pembicara saling berbagi pengalaman bagaimana mereka mempertahankan budaya di era pandemi ini, serta disampaikan informasi dan pengetahuan-pengetahuan mengenai kebudayaan.

Selain itu, pembicara saling bertukar pengalaman dan hal apa saja yang telah mereka lakukan untuk tetap mempertahankan kebudayaan tersebut. Perjuangan di era pandemi sekarang tetap dapat menyatu dengan budaya, bagaimana pandemi membuat semua kegiatan harus dilakukan secara daring, namun tetap tidak menghilangkan esensi budaya itu sendiri.

Ari ambarwati

Selama berlangsungnya acara, para pembicara sangat antusias dan berpendapat. Tak hanya itu, mereka juga menjelaskan bagaiaman cara mereka untuk tetap eksis dan bertahan, kemudian saling memberikan saran, serta  hal-hal apa saja yang tetap bisa dilakukan di era pandemi ini.

Tujuan dari adanya acara ini untuk menjadi sarana bagi para budayawan, akademisi, komunitas-komunitas sastra, dan pegiat seni lainnya untuk berbagi informasi, pengetahuan, dan trik-trik yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan—khususnya dalam budaya.

Acara ditutup dengan closing statement dari Redy Eko Prasetyo dan penampilan musik serta Johan Wahyudi dan kawan-kawan.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleCerita Pak Kebun dan Bunga Mawar
Next articleEksistensi dan Wajah-wajah Baru di Media Sosial
Kontributor Semilir.co | Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here