sumber: historiadelamusica

 

Pada dasarnya musik klasik merupakan musik yang digubah pada periode klasik, tepatnya antara rentang abad 18-abad 19. Namun seiring waktu berjalan, istilah musik klasik semakin meluas. Saat ini, lazimnya orang-orang menyebut musik klasik sebagai musik-musik orkestra yang diciptakan pada masa lampau, memiliki corak yang melankolis atau kolosal. Dan bahkan sekarang, musik klasik sudah digolongkan ke dalam genrenya sendiri.

Untuk saat ini musik klasik memang tak memiliki pendengar yang ramai, ia bukanlah genre musik yang terbilang mainstream, keberadaannya pun sebetulnya sangatlah eksklusif—berbeda pada masanya yang mana seluruh kalangan menjadi penikmat musik ini.

Tetapi bukan berarti kita tidak pernah mendengarkan musik klasik. Malah kita selalu mendengarkan musik klasik, kita mengenali musik klasik. Sebab musik klasik kerap tampil menjadi latar dalam film-film, iklan tekevisi, bahkan diputar di kafe-kafe. Artinya, kita akrab, hanya saja kita tak pernah mengenal nama judulnya.

- belanja buku di sini -

Oleh karena itu Semilir akan berbaik hati dengan menampilkan karya musik-musik klasik beserta judulnya kepada kalian. Simak selengkapnya berikut ini.

Fur Elise – Ludwig van Beethoven

Semua mendengarkan Fur Elise, semua mendengarkan ’piece’ dari Ludwig van Beethoven yang terkenal ini. Tapi memang sedikit yang tahu apa nama judul dari simfoni yang menyayat hati ini. Fur Elise atau ‘For Elise’ mempunyai judul asli yakni Bagatelle no. 25 in A minor.

Komposisi ini sebetulnya tak pernah diterbitkan oleh Beethoven selama hidupnya, namun 40 tahun setelah kematiannya seorang kolektor menemukan partitur dari komposisi ini dan pada bagian atasnya tertera tulisan ‘Fur Elise’. Seiring itulah spekulasi tentang siapa itu Elise yang dimaksudkan Beethoven terus bermunculan.

Serenade no.13 for Strings in G major – Wolfgang Amadeus Mozart

Mozart merupakan komponis paling berbakat pada era klasik, bahkan ia disebut sebagai anak ajaib karena telah menelurkan karya-karya pada usia yang sangat belia. Masa hidupnya memang tak panjang, cenderung sangat singkat. Namun keseluruhan karya Mozart disanjung, dan sampai hari ini beberapa karyanya sangat populer di telinga khalayak luas, seperti Eine Kleine Nachtmusik atau yang lebih dikenal dengan judul Serenade no.13 for Strings in G major.

Corak musik Serenade no.13 for Strings in G major yang terkesan mengarungi pesta dansa ini kemudian banyak digunakan di pelbagai acara dansa, iklan televisi, bahkan film-film terkenal. Dari sana juga kita mengenal lekat komposisi ini, dan sangat familiar.

Canon in D major – Johan Pachelbel

Di era ini hampir seluruh orang mengenali melodi Canon in D major karya Johan Pachelbel yang digubah pada masa Barok, sekitar 1680-an. Melodi ini sangat mendunia hingga detik ini sering dimanfaatkan dalam film dan dimainkan oleh komposer-komposer modern.

Apalagi ketika melodi Canon in D major diaransemen ke dalam musik rock lewat sentuhan musikus Rock asal Taiwan bernama Jarry Chang—yang kerap kita dengarkan dan mainkan dalam game playstation ‘Guitar Hero’.

Dance of the Sugar Plum Fairy – Pyotr Ilyich Tchaikovsky

Tchaikovsky adalah komponis besar Rusia yang sebagian musiknya didominasi oleh musik untuk penampilan balet. Dance of the Sugar Plum Fairy merupakan karyanya yang banyak digunakan dalam penampilan-penampilan balet, tak sedikit juga teater kontemporer.

Dance of the Sugar Plu Fairy adalah komposisi yang sering kalian dengarkan dalam film-film bergenre musikal, komedi, atau film-film yang bertemakan natal.

Peer Gynt Suite No. 1 – Edvard Grieg

Edvard Grieg salah satu komposer terbaik yang dimiliki Norwegia, salah satu komposisinya yang paling terkenal ialah Peer Gynt Suite No.1. Komposisi tersebut ditampilkan pertama kali pada teater Peer Gynt tahun 1875.

Pada era sekarang ini, Peer Gynt Suite No.1 dimanfaatkan oleh banyak film-film untuk membangun suasana misteri-gothic-noir. Komposisi ini biasa dipakai dalam film-film bertemakan petualangan.

Four Season – Antonio Vivaldi

Four Season atau dalam bahasa Indonesianya ‘4 Musim’ merupakan set dari 4 konserto biola dari Imam, komposer, violinis ternama zaman Barok Antonio Vivaldi. Karya ini sangat terkenal dan sangat awet bertahan hingga saat ini.

Four Season terdiri dari judul Storm, Winter, Summer, dan Spring. Di antara keempatnya Storm paling banyak dipakai untuk latar musik dalam film-film. Keseluruhan set dari Four Season juga nyaris secara konsisten ada dalam film-film Korea Selatan.

Nocturne Op. 9 – Frédéric Chopin

Nocturne Op. 9 karya dari pianis virtuoso ternama, Chopin, juga tak luput dari telinga para masyarakat zaman sekarang. Nocturne Op. 9 ini dirilis oleh Chopin pada tahun 1832, sekaligus menjadi nocturne perdana yang digubahnya.

Nocturne Op. 9 memuat 3 set nocturne dan kesemuanya diperuntukkan untuk piano saja. Komposisi yang indah dari Chopin ini biasa dipakai dalam film-film drama-romantis di berbagai negara baik Eropa maupun Asia.

Gymnopédie – Erik Satie

Karya-karya Erik Satie memang jarang atau malah tak pernah ada di dalam latar film-film yang terkenal, sebagaiman musik-musik karya Mozart sampai Beethoven. Namun saat ini karya komponis asal Prancis tersebut, yang berjudul Gymnopédie, nyaris membanjiri sosial media internasional.

Gymnopédie karyanya lebih sering dipakai sebagai latar musik dalam vidio-vidio singkat sosial media seperti Instagram, Tik Tok. Karya tersebut juga dipakai sebagai backsound dalam editan kompilasi-kompilasi film yang ditayangkan di media Youtube.

Itulah musik-musik klasik yang kadang tak dikenal, namun sering didengar oleh banyak orang

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
VIAAZMAN H. BAHBEREH
Previous articleDataran Tinggi Candi Songgoriti
Next articleBelajar Menuduh Diri Sendiri, Sebuah Refleksi Hidup
Lahir dan besar di Singaraja, Bali. Menulis dan menonton film

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here