Andrei Tarkovsky di lokasi penggarapan karya filmnya, Stalker (1979)

Sutradara adalah sosok yang paling fundamen, penting, krusial, dan vital dalam penggarapan sebuah film. Ia menciptakan, mengarahkan, dan memvisualisasikan apa yang ada dalam benak. Lebih dari ribuan film telah ada di muka bumi yang artinya lebih dari ribuan sutradara telah melintang di jagat sinema. Namun di antara ribuan itu, hanya sebagian kecil yang bersinar, yang menduduki tempat kejayaan—dengan film-filmnya yang bagus, hebat, dan monumental. Hanya sedikit dari mereka yang dapat menjadi sutradara-sutradara terbaik.

Sebab menjadi sutradara terbaik bukan sekadar paham tentang gambar, menjadi sutradara yang terbaik juga tak melulu menampilkan film dengann modal gede, dan gagasan yang kolosal. Menjadi sutradara terbaik adalah juga memahami sebuah cerita, ruang, dan kebudayaan di sekitarnya. Dan yang menguasai itu semua, pastilah merupakan sutradara yang kompeten juga terampil.

Dalam hal ini, Semilir akan membagikan informasi penting ke kalian mengenai siapakah sutradara-sutradara terbaik yang ada di dunia versi Semilir, berikut selengkapnya.

Andrei Tarkovski

Gambar: criterioncollection

Andrei Arsenyevich Tarkovsky atau Andrei Tarkovsky, lahir di Uni Soviet pada tahun 1932. Ia merupakan teoritis film, pakar film, sutradara opera, teater, juga sutradara film yang sangat ternama. Sepanjang karirnya, Tarkovsky terlihat tak banyak menciptakan film, namun keseluruhan filmnya tak pernah ada yang gagal.

- belanja buku di sini -

Tak seperti sutradara-sutradara ternama lainnya, film-film Tarkovsky sangat berhasil, dan berseni tinggi. Ia kerap menyisipkan puisi yang dibacakan ayahnya ke dalam filmnya, seperti dalam film Mirror. Karya-karya Tarkovsky diidentifikasi sebagai karya yang berstruktur dramatis non-konvensional, bertema metafisika, dan beriak panjang. Film-film yang memiliki karakter sama sepertinya disebut sebagai film Tarkovskian.

Abbas Kiarostami

Gambar: npr.org

Abbas Kiarostmai adalah seorang sutradara terhebat yang pernah dimiliki Iran. Ia merupakan sutradara yang sangat kontroversial pasca-revolusi Iran. Sebab film-filmnya yang sangat filosofis-politis, dan riil memperlihatkan Iran sebagaimana mestinya. Filmnya Close Up dan Taste of Cherry diakui sebagai mahakarya dari rahim sinema. Sementara film-film lainnya juga tak kalah baik, seperti Trilogi Koker yang terdiri dari Where is the Friens House?, Life, and Nothing More, dan Through the Olive Trees.

Abbas lahir di Teheran, Iran, pada 22 Juni tahun 1940. Ia digolongkan ke dalam New Wave Iran, sebuah aliran sinema yang membusungkan sikap melawan terhadap pemerintahan yang rigor pada masanya. Selama hidupnya, Abbas telah melahirkan film lebih dari 30 film. Abbas Kiarostami meninggal pada 4 Juli 2016, pada usia 76 tahun.

David Lynch

Gambar: therake.com

David Lynch merupakan sutradara Amerika Serikat yang lahir pada tahun 1946. Ia kerap disebut sebagai salah satu sutradara paling nyeleneh dalam pendekatannya terhadap bahasa sinematik. Namun banyak juga kritikus yang menganggap David Lynch sebagai sutradara terpenting di era ini, ia merupakan manusia Renaisans dalam penggarapan sinema Amerika Modern. Ia salah satu sutradara Amerika Serikat yang melawan laju sinema arus utama.

Film-film David Lynch antara lain Eraserhead, The Elephant Man, Dune, Blue Velvet, Wild at Heart, Mulholland Drive, Lost Higway, dan banyak lagi. Nyaris keseluruhan filmnya berhasil mendapatkan perhatian positif. Wild at Heart Berjaya di Cannes dan memenangkan Palme d’Or pada tahun 1990. Sementara Mulholland Drive menduduki puncak tangga pertama dalam daftar ‘Film-Film Terbaik Abad 21 versi BBC’.

Cristian Mungiu

Gambar: cineuropa.org

Cristian Mungiu lahir di Iasi, Rumania, pada 27 April tahun 1968. Sebelum menemukan dirinya di film, ia terlebih dahulu menekuni sastra Inggris, dan bekerja selama beberapa tahun menjadi jurnalis dan guru. Cristian Mungiu memang masih jarang terdengar di telinga masyarakat luas. Ia memulai debutnya pada tahun 2002 dengan membuat beberapa film-film pendek.

Film-filmnya banyak menunjukkan kegentingan Rumania yang tak banyak terlihat di khalayak publik dunia. Sebab itu, Cristian Mungiu merupakan salah satu sutradara dunia yang terpenting. Ia memang bukan perintis teori, atau menemukan sebuah teori, namun film-filmnya banyak bergelut dengan gaya yang liyan dalam konstelasi sinema dunia. Film keduanya 4 Months, 3 Weeks and 2 Days termasuk ke dalam film yang paling banyak mendapatkan antusiasme karena menggambarkan gejolak hukum di tengah gelapnya kehidupan remaja di Rumania.

Steven Spielberg

Gambar: manager.ro

Film-film Steven Spielberg, dari segi narasi didominasi oleh hal-hal yang biasa dan klise, namun ia tak bisa dilepaskan dari daftar nama-nama sutradara terbaik dan terpenting di dunia. Sebab Steven Spielberg adalah orang yang pertama kali melandasi film-film yang sering kita nikmati sekarang ini; CGI, bujet raksasa, dan pemanfaatan teknologi canggih. Ialah yang membentuk pijakan itu, yang pada kemudian hari dimanfaatkan oleh banyak sineas zaman sekarang.

Steven Allan Spielberg lahir di Amerika Serikat pada 18 Desember tahun 1946. Ia telah memperoleh 3 penghargaan Oscar sepanjang karirnya. Filmnya yang paling monumental datang dari sebuah doku-drama Holocaust, Schindler’s List. Film tersebut mendapatkan berjuta-juta pujian dari kalangan kritikus, teoritis sejarah, bahkan awam sekalipun. Dari film tersebut juga ia memanen pengahargaan Oscar sebagai Sutradara Terbaik.

Krzysztof Kieślowski

Gambar: culture.pl

Krzysztof Kieślowski lahir di Warsawa, Polandia, pada 27 Juni tahun 1941. Ia merupakan salah satu sutradara Polandia terbesar yang pernah ada. Film-filmnya banyak menyiratkan keresahan, gejolak batin, dan angan-angan datangnya humanisme, melalui bahasa gambar yang berseni, serta pendekatan yang anggun. Ia juga adalah sutradara yang sangat produktif dan totalitas dalam menggarap film-filmnya. Hampir setiap tahun selalu ada film yang tercipta dari tangannya.

Filmnya yang paling menonjol selain seri Dekalog, adalah sebuah trilogi yang terdiri dari 3 film, yang dinamakan Three Colors Trilogy—yang berisikan gagasan-gagasan revolusioner Prancis. Salah satu film dalam trilogi tersebut, yakni Three Colors: Red adalah salah satu karya film terhebat yang pernah dibuat sepanjang sejarah perfilman dunia. Film tersebut panen kritik dan pujian-pujian yang indah dari para kritikus karena keindahan filmnya.

Ken Loach

Gambar: highprofiles.info

Kenneth Charles Loach atau Ken Loach lahir Nuneaton, Britania Raya pada 17 Juni tahun 1936. Film-filmnya banyak memuat kritik terhadap pemerintah dengan pendekatan satirnya. Cita-cita sosialis, kemiskinan, dan tunawisma banyak betebaran di dalam film Ken Loach.

Ia sangat terkenal di antara pegiat film-film dunia, juga sangat dihormati di banyak festival. 2 filmnya, yakni The Wind That Shakes the Barley dan I, Daniel Blake, berhasil menyabet penghargaan bergengsi Palme D’or tahun 2006 dan 2016.

Wong Kar Wai

Gambar: bbc.com

Wong Kar Wai lahir di Shanghai 17 Juli tahun 1958, tetapi kemudian ia dan keluarganya pindah ke Hong Kong. Keterbatasan bahasa membuat Wong kecil sering mengurung diri di rumah, dan semenjak itulah film menjadi teman setianya. Ia menjadi sutradara Hong Kong yang paling otentik dan orisinil dalam gaya, cerita, maupun pendekatan. Wong Kar Wai diakui secara luas oleh banyak sutradara film sebagai penemu karakteristik sinematik.

Film-film Wong banyak berkutat persoalan cinta di tengah kehidupan urban, tapi secara jelas juga menyiratkan makna kesepian di tengah keramaian kota. Filmnya menjadi sangat indah dengan bahasa visual yang memadai. Chungking Express, film ketiganya membawa nama Wong Kar Wai ke kancah Internasional. Sementara In the Mood for Love disebut sebagai mahakaryanya yang paling hebat, dan merupakan film terindah yang pernah dibuat di dunia ini.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
VIAAZMAN H. BAHBEREH
Previous articleRekomendasi Series-Series Terbaik di Dunia, Wajib Masuk Watchlist Kalian!
Next articleFilm Inside the Mind of a Cat (2022), Pecinta Kucing Wajib Nonton
Semilir.co adalah tempat berbagi wawasan dan menikmati segala hal seputar buku, film, dan musik | Dibaca saat santai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here