Menapaki Jejak Chairil Anwar Bersama Festival Sastra Kota Malang

Minggu pagi (22/10/2023), Festival Sastra Kota Malang mengadakan salah satu rangkaian acara yang bernama Literatour: Napak Tilas Chairil Anwar di Malang untuk menyusuri beberapa tempat bersejarah dan jejak Chairil Anwar selama di Malang.

Dilaksanakan selama empat hari, Festival Sastra Kota Malang telah rampung dan sukses mempertemukan banyak pegiat literasi. Para pegiat literasi itu mengisi berbagai jenis acara yang menarik dan menyenangkan.

Pada hari terakhir, Festival Sastra Kota Malang menghadirkan Literatour, sebuah acara perjalanan menelusuri sejarah dan sastra di Kota Malang. Literasi yang dilaksanakan dengan tur menjadi alternatif unik untuk belajar sastra dan sejarah. Para peserta berjalan-jalan sembari menyusuri tempat-tempat bersejarah dan menyibak fakta-fakta menarik di baliknya.

Literatour mengusung Napak Tilas Chairil Anwar. Kegiatan ini menelusuri tempat-tempat yang pernah disinggahi Chairil Anwar saat berada di Kota Malang dan cerita di balik terbentuknya patung torso Chairil Anwar yang ada di Kawasan Kayutangan.

FX Domini BB Hera menjadi pemandu kegiatan Literatour. Ia menjelaskan beberapa cerita tentang bangunan sejarah di sekitar Kayutangan yang ada hubungannya dengan Chairil Anwar saat berkunjung ke Kota Malang.

Berangkat dari wilayah Pertokoan Kayutangan, tur dimulai dengan cerita di Balai Kota Malang, lalu beralih ke Alun-alun Tugu Kota Malang. Selepas itu, peserta diajak memasuki kawasan SMA 4. Tak jauh dari sana, berjalan sedikit ke Graha Tumapel dan para peserta diajak singgah cukup lama. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Patung Chairil Anwar, sebelum ke persinggahan terakhir, Gedung Sarinah.

“Yang menarik adalah dari sekian patung Chairil Anwar yang ada di ruang publik, yang paling mudah diakses, hanya di Malang ini,” ujar FX Domini BB Hera, sejarawan yang akrab disapa Sisco tersebut.

Literatour yang diikuti oleh kurang lebih tiga belas peserta ini, bukan hanya satu-satunya acara yang memeriahkan hari terakhir Festival Sastra Kota Malang. Ada beberapa perbincangan, diskusi buku, sibak buku, lokakarya, live sketch, dan juga penampilan musik serta puisi.

Malam harinya, Festival Sastra Kota Malang ditutup dengan dinginnya Malang dan pertunjukan-pertunjukan kecil yang menghangatkan.

 

 

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleMalam Penutupan Festival Sastra Kota Malang: Meramu Pagelaran Kecil-Kecilan Bertabur Bintang
Next articleMengenal Kampung Cempluk Lebih Dekat Lewat Buku Bhakta Pradesa
Pencinta musik dan buku, tak jarang juga senang mengabadikan potongan-potongan fenomena.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here