Buku
bookbub.com

Sejak kecil, kita sudah diperkenalkan oleh sebuah benda bernama buku. Entah itu berupa kumpulan lembaran kertas kosong ataupun berisi tulisan dan gambar. Buku adalah benda yang biasanya selalu kita bawa ketika memasuki jenjang pendidikan. Tapi, pernahkah kamu bertanya-tanya, bagaimana buku bisa ditemukan? Siapa penemu dan bagaimana perkembangannya hingga saat ini? Berikut ini ulasan sejarah perkembangan buku dari zaman purba hingga sekarang.

Jauh sebelum buku kita kenal seperti saat ini, awalnya adalah tulisan berupa coretan gambar di dinding gua, ukiran batu, atau pada kulit kayu. Sejak zaman purba, manusia telah memiliki naluri untuk merekam kehidupannya agar dapat dikenal oleh manusia lain. Coretan dinding tersebut menggambarkan aktivitas dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Seiring dengan perkembangannya, masa perburuan mulai beralih pada pertanian, manusia pun mulai mencari media lain yang lebih efektif. Manusia purba mulai menggunakan perkamen yang tidak mudah robek, seperti kulit sapi dan kulit rusa. Kemudian perkamen beralih dengan menggunakan anyaman batang tanaman papirus oleh orang mesir kuno. Anyaman batang papirus tersebut ditumbuk dan direkatkan hingga menjadi gulungan. Dari sinilah “halaman” pertama kali diciptakan.

Coretan gambar di dinding gua pada masa purba

Teknik ini kemudian diikuti oleh bangsa Yunani dan Romawi hingga abad ke-8 Masehi. Pada 600 Masehi, buku bergambar lahir dengan coretan gambar warna-warni yang indah disebut dengan “illuminated manuscripts”. Manuskrip tersebut berisi cerita bergambar yang memiliki sebuah pesan. Kemudian, ditemukanlah tablet lilin yang terbuat dari balok kayu dengan lapisan lilin. Tablet lilin ini dapat dihapus dan digunakan kembali dengan sesuka hati.

Di samping itu, bangsa Cina menggunakan lidi yang diikat menjadi satu sebagai perkamen. Inilah yang menjadi alasan mengapa sistem penulisan ditulis secara vertikal, yaitu dari atas ke bawah. Selain itu, ada pula orang-orang Timur menggunakan kulit domba yang disamak dan dibentangkan yang disebut dengan pergamenum atau kertas kulit.

Pada tahun 105 M, Cina berhasil menciptakan kertas yang terbuat dari bahan dasar bambu bernama Tsai Lun. Kertas tersebut dibuat dengan bubur kertas, sama halnya seperti pembuatan kertas saat ini. Dari sinilah buku berisi tulisan pertama lahir di Cina. Kemudian, ekspor kertas mulai dilakukan Cina pada abad ke-2 dan menjadi pengekspor satu-satunya di dunia.

Setelah penemuan kertas di Cina, tahun 1454, Johan Gutenberg menciptakan mesin cetak pertama dengan menggunakan cetakan huruf yang terbuat dari logam. Buku mulai berkembang dan bisa dicetak dalam jumlah lebih dari satu. Karena penemuannya tersebut, John disebut sebagai “Bapak Revolusi Percetakan”.

Illuminated Manuscripts

Alkitab menjadi buku pertama yang diproduksi secara massal yang dibuat pada 15 Agustus 1456 dengan ketebalan 42 baris per halaman. Kini alkitab yang dikenal sebagai Alkitab Gutenberg tersebut menjadi buku cetak tertua di dunia Barat. Sebagian halaman tersebut telah dijual di Pameran Buku Frankurt pada tahun 1456.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, buku pun berkembang dari sebuah lembar kertas menjadi bentuk digital atau biasa disebut e-book. Munculnya e-book berawal dari ditemukannya e-reader oleh Bob Brown yang terinspirasi dari sebuah film berjudul The Talkies.

Melalui gagasan tersebut, Brown memprediksi bahwa akan ada media baru yang ditemukan dalam membaca dan bukan berorientasi hanya pada lembaran kertas. Pada tahun 1949, guru asal Spanyol bernama Angela Robles merancang prototipe e-reader pertama.

Penulis dari Amerika bernama Michael Stren Hart akhirnya menerbitkan e-book pertama yang dapat diakses melalui jaringan ARPANET dalam format teks biasa. Ide e-book tersebut awalnya berawal saat ia berada di supermarket dalam perjalanan travelling.

Kini, e-book telah banyak dikembangkan tersebar melalui internet yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Penggunaannya yang praktis jauh lebih memudahkan manusia untuk membaca buku tanpa harus bersusah payah membawa banyak beban.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini