Tulisan Bung Karno
Bung Karno tetap menulis saat di penjara

Bung Karno, bapak bangsa yang dikenal karena perjuangannya melawan penjajah. Demi sebuah kemerdekaan, ia bersama rekan seperjuangan kemerdekaan mengorbankan segala daya upaya untuk tanah air. Cerita perjuangan bapak bangsa dapat kita pelajari dari tulisan-tulisan bung Karno.

Kisah keberanian pahlawan kemerdekaan acap diceritakan. Saat mendengar cerita heroik melawan penjajah dengan bambu runcing imajinasi berkelana ke masa itu, terkagum, betapa berani dan hebat leluhur bangsa. Namun, apakah kisah itu cukup membawa ke kita ke pintu gerbang kemerdekaan? Rasanya tidak, ada faktor dominan lain yang saling terhubung.

Kita tak boleh lupa bahwa para bapak bangsa adalah pemikir-pemikir ulung. Gagasan-gagasannya menjadi pandu perjuangan bangsa. Penanda para pejuang kemerdekaan tidak hanya piawai dalam urusan lapangan tapi juga mampu mengonsep pergerakan yang taktis-strategis. Ide-ide yang ditulis menjadi sebuah buku telah membangkitkan semangat perjuangan. Buah pemikiran para bapak bangsa itu patut dikenang. Malahan, buah pikir itu masih relevan dapat dipraktikan di masa sekarang.

Bung Karno, bapak proklamator kemerdekaan Indonesia merupakan seorang pemikir republik yang suka menulis gagasannya. Di masa perjuangan kemerdekaan, di saat perlawanan rakyat mulai menggelora, bung Karno masih menyempatkan diri menulis pemikirannya. Melalui tulisannya, bung Karno membangkitkan semangat perjuangan rakyat melawan penjajah. Meski Berasal dari berbagai latar, namun nilai yang samalah yang menyatukan untuk merebut kedaulatan dari kolonial. Penanda “Kata punya kuasa”.

Dengan membaca tulisannya, kita akan mengenal bung Karno secara berurutan, dekat, dan mendalam. Berikut beberapa tulisan bung Karno menjelang kemerdekaan Indonesia. Relevan dan patut dibaca.

Indonesia menggugat, sebuah tulisan bung Karno dari dalam jeruji penjara pada tahun 1930. bung Karno dipenjara bersama tiga orang koleganya di Perserikatan Nasional Indonesia (PNI) karena dituduh hendak menggulingkan kekuasaan Hindia Belanda. Namun itu tidak membuatnya putus asa, ia justru menggunakan waktu di penjara untuk menulis.

Selanjutnya, bung Karno menulis perihal situasi dunia internasional yang bertalian dengan perjuangan di tanah air. Dalam tulisannya, bung Karno membantah pendapat Profesor Vet bahwa “Indonesia tidak pernah merdeka, dari zaman Hindu sampai sekarang, Indonesia senantiasa menjadi negara jajahan”. Lantas bung Karno menjelaskan lugas pendapat itu keliru. Bung Karno menerangkan, pada zaman Hindu, kaum kuasa tidaklah merebut kerajaan melainkan mendirikan kerajaan di nusantara (nama sebelum indonesia). Jadi mereka menyusun staat (negara) dari sebelumnya belum ada. Sehingga hubungan Indonesia dengan Hindustan adalah suatu yang bersifat kultur dan peradaban, bukan hubungan kekuasaan dan jajah-menjajah.

Jawaban bung Karno itu sekaligus memperjelas kedudukan Indonesia sebagai bangsa yang sedang dijajah. Perjuangan kemerdekaan harus terus dilanjutkan. Menolak upaya pelemahan perjuangan kemerdekaan dengan mengaburkan sejarah kerajaan nusantara. Bung Karno juga menjawab berbagai tulisan para sahabat seperjuangannya di media massa saat itu, di antaranya tulisan H.A. Agus Salim, dan catatan bung Hatta. Saling sambut tulisan itu menggambarkan para pemikir republik selalu menulis untuk mempertajam gagasan “Keindonesiaan”.

Mencapai Indonesia Merdeka, ditulis bung Karno belasan tahun sebelum Indonesia merdeka. Buku ini menjadi saksi sejarah bagaimana bung Karno mampu berpikir jauh ke depan tentang masa depan indonesia. Ide itu muncul dari keresahan bung Karno. Bangsa tanah kelahirannya kaya akan sumber daya, namun tak dinikmati oleh bangsanya sendiri. Kekayaan itu dikeruk habis-habisan oleh penjajah untuk kepentingan negaranya. Sementara bangsa sendiri melarat di atas tanah yang kaya. Ini tidak adil.

Refleksi itu muncul takala bung Karno berada di selatan Bandung, pada tahun 1933. Bung Karno bermimpi suatu saat indonesia harus merdeka, di mana hasil tanah dapat dikelola dan dinikmati oleh bangsa indonesia sendiri. Alangkah indahnya jika kita berdaulat dan mandiri. Oleh karena itu, bung Karno dengan lantang menentang penindasan kolonial, dan memperjuangkan kemanusiaan. Atas dasar itu, bung Karno merangkai arah perjuangannya yang disebutnya “Marhaenisme”.

Keresahan dan gagasan itulah yang ditulis bung Karno dalam buku “Mencapai Indonesia Merdeka”. Dengan membaca buku ini, generasi sekarang dapat memahami lebih jauh situasi sebelum kemerdekaan Indonesia, serta keresahan hingga gagasan brilian bung Karno. Benar saja, tulisan bung Karno kala itu terbukti. Kini Indonesia merdeka. Betapa kata punya kuasa.

Kini, tantangan generasi adalah mengisi kemerdekaan itu. Membaca tulisan bung Karno tentang kisah perjuangan dan impiannya bagi Indonesia merupakan langkah yang tepat untuk melanjut cita-cita.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleRukun Tetangga
Next articleNovel Feminisme Berbahasa Indonesia yang Melegenda
Menghidupi hidup-Hidup menghidupi

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here