cantik

Suatu hari di tengah obrolan kecil sambil menghirup kopi, satu kawan nyeletuk “Ternyata, menjadi perempuan tak mudah”. Ia menghirup nafas yang panjang sambil berpikir bahwa menjadi perempuan adalah salah.

Ternyata di zaman modern ini, muncul slogan bahwa perempuan harus cantik rupa. Kenyataan ini menjadi permasalaha yang tak tampak. Namun, menimbulkan masalah yang besar. Selanjutnya, kita akan berpikir bagaimana cantik sesuai standar publik?

Anggapan di atas sudah mendarah daging di negeri ini. Indikator cantik sudah ditentukan oleh publik. Akan tetapi, sebenarnya kita harus jeli membaca cantik versi siapa? Bukankah sejak dulu cantik memang milik perempuan dan ganteng adalah miliki lelaki?

Tambahan pula, kita menyakini identitas itu sejak lahir. Namun, sayang kecantikan itu tidak milik perempuan lagi. Ia adalah milik standar yang dipaksakan untuk kita sepakati bersama.

Cantik itu hanya milik perempuan yang berkulit putih, berrambut panjang, hidung mancung, dan tubuh yang langsing. Atau seperti yang kita sebut ala–ala Artis Korea. Sungguh, hal itu diafirmasi oleh semua elemen masyarakat baik perempuan dan lelaki. Apakah itu salah mereka?

Tidak, itu semua bukan salah mereka. Konstruksi ini telah diciptakan oleh pasar. Sistem pasar yang dominan hari ini sangat cepat dalam merespon kebutuhan manusia. Ia menciptakan kosmetik yang akan merubah apa arti cantik itu. Tentu, target yang empuk ada di negeri ini.

Hal ini terjadi karena literasi oral cepat sekali menyebar dibandingkan literasi tulis. Mereka memainkan litersi digital melalui media untuk mengubah pengertian cantik itu.

Tidak berhenti di situ. Sistem pasar di atas memainkan harga yang kadang tidak dapat dimengerti. Kami perempuan juga meyakini bahwa semakin harga bagus, maka kualitas juga bagus dan menghasilkan cantik yang diidamkan mereka.

Namun, pertanyaannya adalah apakah perempuan semua bisa melakukan cantik versi mereka? Lalu, bagaimana dengan perempuan yang memiliki ekonomi strata ke bawah? Apakah bisa membeli kosmetik yang memiliki harga yang gila itu?

Padahal untuk makan esok saja belum tentu bisa. Tentu, mereka akan merasa bahwa mereka tidak lagi cantik jika tidak mengikuti standar publik dan pasar.

Tidak jarang pula akibat kontruksi itu perempuan kehilangan jati dirinya. Menjadi introvert, tidak percaya diri, tidak bangga dengan dirinya atau malah lebih memilih untuk tidak melakukan apa-apa.

Permasalahan ini menumpuk sehingga secara tidak sadar mereka mekhwatirkan diri dengan pertanyaan “Bagaimana jika saya tidak laku karena saya tidak cantik?” Sungguh ironis, karena fenomena di atas dapat membuat luka terhadap perempuan.

Selama dia mengikuti cantik versi pasar, kemungkinan selama itu pula dia belum bisa menemukan jati dirinya. Cantik dalam sisi local wisdom kita sudah tidak ada lagi. Terkikis, sebab sistem pasar berpotensi besar memperlemah kesadaran atas kebebasan diri perempuan.

Perempuan yang digadang-gadang menjadi garda terdepan dalam perubahan dikhawatirkan menjadi terkikis. Sebab, kita hanya membangun cantik ala konstruksi sosial, dalam hal ini dominasi pasar.

Tidak ada lagi cantik yang diperoleh karena pengetahuan. Tidak ada lagi cantik karena ketangguhan, atau cantik sesuai kemerdekaan perempuan itu sendiri.

Untuk memutus kesalahpahaman itu, sedari awal kita harus membangun suatu nilai tentang cantik secara radikal. Apa arti cantik sesungguhnya? Atau apakah arti cantik itu berpengaruh dalam melakukan perubahan?

Ungkapan inilah yang kiranya menjadi spirit untuk kita semua. Menjadi perempuan yang bebas untuk memanusiakan manusia.

Setiap arti tersebut hendaknya memberikan khidmat untuk memberikan stimulus akan perubahan. Tentang hakikat semua manusia—khususnya perempuan—yang hidup di muka bumi ini untuk menjadi pemimpin.

Cantik dalam kepemimpinan berarti sudah memiliki niatan awal untuk melakukan segala bentuk agenda perubahan. Seperti Malala Yousafzai, Rosa Luxemburg, Camila Vallejo, dan lain-lain.

Kalau kita tetap mengikuti cantik untuk laku dan dikagumi karena fisik, artinya bisa jadi kita sudah kehilangan cantik sedari awal. Jangan jadikan cantikmu untuk membuat luka yang disebabkan oleh sistem-sistem yang ada.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini