hantu-hantu di jawa

Bagaimana jika seorang bule ngomongin memedi, lelembut dan tuyul? 

Iya, setidaknya itu yang pernah dicatat oleh antropolog asal Amerika, Clifford Geertz, berdasarkan informannya seorang tukang kayu asal Mojokuto.

Jika kita sering memukul rata semua jenis hantu dan penampakan sebagai memedi atau lelembut, lain halnya dengan Geertz. Menurut penelitannya, memedi, lelembut dan tuyul, ketiganya memiliki perbedaan.

Memedi adalah makhluk halus yang iseng. Iya, iseng, karena kerjaannya cuma menakut-menakuti manusia. Meskipun menakuti, tapi ia tidak sampai menyebabkan gangguan serius pada manusia.

- belanja buku di sini -

Memedi laki-laki namanya genderuwo, sedang yang perempuan namanya wewe. Mereka biasanya muncul pada malam hari. Tak jarang pula muncul dalam bentuk menyerupai seseorang yang kita kenal.

Adapun banaspati, sundel bolong, setan gundul; untuk menyebut beberapa nama, adalah salah di antara jenis-jenis memedi. Banaspati berupa bulatan api yang melayang-layang, sundel bolong berwujud wanita dengan lubang di tubuhnya, dan setan gundul berbentuk kepala dengan rambut kuncung yang jatuh dari atas.

Dan segala hantu yang menakut-nakuti adalah tergolong memedi, menurut Geertz.

Sedang lelembut adalah makhluk yang tak kasat mata. Meskipun tak kasat mata, tapi kehadirannya bisa membuat dampak yang serius bagi manusia: kalau nggak sakit, ya mati.

Mekanisme kerja lelembut adalah dengan memasuki tubuh manusia atau mungkin sering kita sebut kerasukan. Ia bisa masuk dari atas melalui ubun-ubun, atau dari bawah melalui kaki. Itu sebabnya seseorang dianjurkan mencuci kaki sebelum masuk masjid atau orang akan mengoleskan kapur pada dahinya tatkala merasa sakit.

Adapun tuyul merupakan hantu yang menjadi karib manusia. Betapa tidak, tuyul bisa mendatangkan uang kepada manusia yang memeliharanya. Untuk memanggil tuyul, seseorang harus melakukan meditasi terlebih dahulu, kemudian membuat kontrak kerja dengannya. 

Tuyul berwujud anak kecil. Mereka tidak menakut-nakuti atau membuat orang jatuh sakit.

Salah satu varian tuyul namanya mentek. Namun, objek yang ia curi berbeda dengan tuyul. Jika tuyul mencuri uang, mentek memindahkan isi padi orang lain kepada majikannya. Sehingga ketika panen, orang yang memelihara mentek memiliki bulir padi lebih besar. Sebaliknya, bulir padi yang dicuri mentek akan kosong.

Adapun makhluk pencuri padi lainnya yaitu gebleg. Ia berbentuk ayam. Ia mencuri padi dengan menghentakkan kakinya kuat-kuat dan menyimpan padi di dalam sayapnya. Kemudian ia pulang dan menyerahkan padi tersebut pada majikannya.

Kelak, sesudah mati, saya haras berhadapan dengan Tuhan dan menerima hukuman. Namun, selagi hidup, memang menyenangkan kalau Anda memiliki tuyul.” Begitulah ucap informan tukang kayu tersebut kepada Geertz.

Clifford-Geertz
Clifford Geertz (Courtesy of Karen Blu)

Ada juga jenis hantu yang mendiami suatu wilayah tertentu dan menetap, yang disebut demit. Demit biasanya menetap di pohon besar, arca, sumber air dan tempat-tempat lain yang dikeramatkan.

Demit biasanya dimintai pertolongan oleh manusia agar hajatnya terkabul. Jika permohonannya itu terkabul, maka akan diadakan selametan kepada demit di tempat tersebut dengan membawa makanan dan sesaji.

Ada yang mengatakan jika nama lain demit adalah danyangan. Tapi sebenarnya danyangan lebih tepat disematkan pada roh penjaga desa.

Beberapa orang menganggap bahwa dulunya danyangan adalah seseorang yang pertama kali membuka lahan untuk dijadikan pemukiman/desa. Setelah meninggal, makamnya dijadikan punden. Dan kepemimpinan digantikan oleh orang lain.

Dalam menentukan pemimpin desa atau lurah, terdapat makhluk yang memiliki otoritas, yaitu pulung. Pulung berbentuk bulan dan orang yang menerima pulung akan menjadi lurah. Ketika lurah meninggal atau selesai, maka pulung akan mencari lurah baru. Jika pulung meninggalkan desa, maka desa akan ditimpa kerusakan.

Begitulah kiranya Geertz memahami hantu-hantu di Jawa, meskipun omongannya bukan acuan pasti untuk menjelaskan makhluk-makhluk tersebut. Namun setidak-tidaknya, Geertz adalah orang asing yang mempelajarinya, sedang kita hari ini malah asing dengannya.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleDari Oppenheimer sampai Barbie, Inilah Film-Film yang Akan Menemani Kalian di Tahun 2023 
Next articleRahajeng Rahina Galungan lan Kuningan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here