Museum Mpu Purwa
Sumber foto: Semilir.co

Semilir angin siang itu membelai kulit wajah. Langit begitu cerah seakan mendukung perjalanan menuju salah satu tempat koleksi benda bersejarah, Museum Mpu Purwa.

Sebuah patung arca bersila seperti tersenyum menyambut setiap tamu, ditemani tiang bendera merah putih di tengah halaman.

Ketika mengayunkan kaki menuju meja resepsionis, pandangan mata teralihkan pada tulisan besar nama Museum Mpu Purwa. Warna keperakannya berkilauan akibat diterpa sinar matahari.

Pintu kayu dengan ukiran elok menjadi jalan pembuka menuju gedung bersuhu sejuk itu. Di balik pintu, arca Brahma Catur Muka menjamu pendatang dengan pahatan rumit nan unik. Topeng malangan berbagai raut dan warna dipamerkan di sisi kiri ruangan.

Membelok ke area kanan gedung, arca-arca lain ditata rapi dan penuh perhatian. Dalam setiap balok kaca tersimpan berbagai arca yang mendominasi ruangan. Aura kesakralannya menguar kuat dari benda-benda sejarah itu. Rasa segan untuk merasakan tekstur batu arca pun ikut menelusup.

Sumber informasi berbentuk kubus-kubus putar setinggi tiga tingkat tak kalah menarik atensi. Pengetahuan terkait candi dan arca dapat dibaca melalui sumber informasi yang dibentuk demikian unik itu.

Dinding ruangan yang dipasang papan informasi situs-situs kesejarahan di Malang Raya menambah keramaian ruangan. Di sisi lain ruangan yang terpisah, Sumpah Palapa Gajah Mada dalam aksara Jawa kuno dan terjemahannya ikut menghiasi dinding.

Tangga tepat di belakang arca Brahma Catur Muka begitu mengundang untuk dinaiki. Ketika sampai di atas, tangga membelah lantai dua menjadi dua ruangan.

Pada ruang sebelah kiri, arca berukuran lebih kecil mengisi sebagian besar ruangan. Papan-papan informasi lainnya juga turut disajikan di dinding bercat gelap. Lini Masa Sejarah Nusantara merupakan salah satunya. Pun di setiap arca diletakkan informasi, dengan scan barcode yang menyertai.

Di seberang tangga, ruangan ini berisi khusus diorama sejarah berdirinya Kerajaan Singhasari. Setiap proses sejarah diilustrasikan melalui miniatur di balik kaca. Dimulai dari paling kiri, terus bergeser ke kanan hingga mengelilingi ruangan.

Papan kecil berisi penjelasan setiap peristiwa ada di bagian atas kaca. Tiap baris kata di papan membuat pengunjung menyimak dengan saksama. Tanpa sadar menebak-nebak bagaimana akhir kisah pada diorama terakhir. Lagi dan lagi, layaknya ciri khas sebuah museum, papan informasi kembali disajikan pada dinding halus bercat biru.

Usai sudah penjelajahan Museum Mpu Purwa siang hari itu. Pendingin ruangan tak membiarkan kulit pengunjung mengeluarkan keringat khas tengah hari. Pewangi ruangan yang tak menusuk indra penciuman ikut menemani sepanjang penelusuran.

Tiap papan dan sajian informasi menambah wawasan sejarah nenek moyang. Melangkah meninggalkan gedung museum, sebuah pendopo kecil tertangkap di sisi lain pekarangan. Menyelami kembali masa lalu yang benar-benar pernah terjadi di tanah Malang sungguh pengalaman yang tidak seharusnya dilewatkan.

Museum Mpu Purwa menyajikan peradaban masa lampau untuk generasi kini. Wisata sejarah ini direkomendasikan bagi kamu yang tertarik melakukan perjalanan wisata sejarah atau penasaran dengan menu sejarah yang ditawarkan. Jika kamu hendak berkunjung tapi bingung soal transportasinya?

Nah, kami punya solusi.

Silakan hubungi Antaraya Tour and Travel; jasa rental dan tour guide di Kota Malang. Program wisata sejarah seperti Heritage Malang, Fun de Situs, Susur Kampung adalah andalannya. Jadi dapat dipastikan sudah berpengalaman menemani pengunjung yang menggunakan jasanya.

Selengkapnya informasi perihal Antaraya, Anda bisa berkunjung ke laman website dengan cara klik ini.

Previous articlePeluh Petani dalam Lagu Riant Daffa
Next articleMenilik Riwayat Novel Horor
Mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Negeri Malang yang sebentar lagi lulus, aamiin!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here