Apa itu film-film eksperimental? Kalian para pecinta film tentunya sudah mengetahui ada berapa jenis film di dunia, yakni fiksi, dokumenter, dan yang terkahir eksperimental. Jenis eksperimental merupakan jenis film yang jarang sekali memiliki jumlah peminat yang besar. Karena selain apa yang disodorkan kurang bisa diajak berkompromi, film-film eksperimental juga tidak dirilis secara luas. Biasanya film eksperimental hanya dipertontonkan pada festival, pameran, screening, setelah itu tiada.

Secara garis besar, film eksperimental adalah sebuah gerakan dan mode tutur yang keluar dari konvensi ortodoks sinema. Film eksperimental beralih dari sinematik yang formal menuju sinematik yang tidak formal—naratif ke non-naratif. Sederhananya, sebuah avant garde.

Sesuai dengan perkembangannya, meski sulit untuk ditonton bahkan dengan kesadaran penuh, film eksperimental telah banyak menyumbang buah pikir dan perubahan bagi pengembangan film ke arah kesenian. Semenjak itu, film tidak lagi dipandang sebagai suatu media hiburan, tetapi salah bagian dari kesenian—dengan disebut sebagai ‘Seni Ketujuh’.

Untuk lebih memangkas penasaran kalian perihal seperti apa dan bagaimana skema film eksperimental, tak ada jalan lain selain menontonnya. Karena dalam lingkungan sinema, teori film adalah bagian ke 80, menonton adalah bagian primer yang wajib dilakukan—bukan sunah, ya.

Berikut Semilir hadirkan beberapa film-film eksperimental yang sebetulnya tidak cocok ditonton, karena ketidakjelasannya.

Ballet Mecanique

Film ini dirilis pada tahun 1924 oleh Dudley Murphy, Fernand Leger, juga sentuhan Man Ray. Ketiga orang tersebut adalah biang keladi dari adanya film eksperimental. Ballet Mecanique merupakan film jenis eksperimental pertama di dunia.

Film ini bergerak pure dengan bahasa gambar, ditambah skor yang mengiringinya. Ballet Mecanique tercipta atas pengaruh dari orang-orang dadais seni lukis—dari sana, efek sinema sedikit banyak saling menemukan dan ditemukan. Durasi dari Ballet Mecanique kurang lebih 19 menit. Ceritanya tentang apa? mari kit acari tahu sama-sama.

Un Chien Andalou

Kalau ini datang dari tangan seorang pelukis terkenal dan sineas kawakan pada masanya, Salvador Dali dan Luis Bunuel. Film ini dirilis di Prancis pada tahun 1929, dan merupakan film jenis eksperimental pertama yang diciptakan oleh Bunuel.

Un Chien Andalou tidak memiliki plot mutlak, ia hanya merasa bercerita tentang banyak hal. Namun secara sinematik, film ini lebih kaya teknik ketimbang eksperimental awal. Memang kalau bisa jujur, eksperimental terkadang bikin kesel sendiri, namun jenis film inilah yang memperkaya sinemati film. Tampil berani dan tidak malu-malu. Wajib tonton karya Dali.

Waveleght

Selanjutnya datang dari sineas yang memang mengabdikan hidupnya untuk film-film eksperimental, yakni Michael Snow. Film Waveleght menjadi film yang sangat terkenal dan menaikkan namanya pada saat itu. Waveleght diselesaikan Michael Snow pada tahun 1967.

Film yang berdurasi kurang lebih 40 menit dan memanfaatkan satu ruangan ini tidak bisa tidak dikatakan membosankan. Tetapi, ketika kita tetap terpaku pada serangkaian hal-hal tidak jelas yang ditampilkan, kita akan menemukan epilog yang fantastis sekaligus menyiratkan makna yang kuat.

The Image Book

Semakin lama, film-film dari Jean Luc Godard semakin personal dan nyeleneh. Dahulu ia jarang buat eksperimental, bahkan tak pernah, namun semenjak keberhasilan filmnya A Bout De Souffle dan teknik jump cut, film-film Godard semakin personal dan tidak nyaman untuk ditonton. The Image Book mungkin adalah film eksperimental yang dibuatnya. Tahu bahwa cuma basah saja, Godard menceburkan diri sekalian ke eksperimental.

The Image Book dibuat pada tahun 2018. Dan kerennya, film ini dapat Palme D’or pada tahun tersebut. Sebuah kemajuan bagi jenis eksperimental yang dianaktirikan selama ini. Film ini juga dipuji habis-habisan oleh para kritikus film, entah mereka benar-benar mengerti atau asal intepretasi.

The Tree of Life

The Tree of Life merupakan film keluaran tahun 2011 yang digarap oleh Terrence Malick dengan menggaet aktor-aktor papan atas seperti Brad Pitt, Sean Pean, Jessica Chastain, dan lainnya. Terrence sangat terkenal dengan visualnya yang memukau. Kendati film The Tree of Life adalah eksperimental, ia memperlakukannya dengan sama dan setara sebagaimana filmnya dulu.

The Tree of Life masih memiliki kekuatan cerita yang bisa dibayangkan dan dirasakan ketimbang sinema eksperimental lainnya. Selain itu, film ini juga menyajikan visual dengan segala mocam komposisi teknik yang luar biasa menawan. Bila kalian tidak terlalu emosi untuk memahami jalan kisahnya, maka nikmatilah keindahan gambarnya. The Tree of Life mendapuk Palme D’or di Cannes pada tahun yang sama.

 

Itulah sedikitnya film-film eksperimental yang sekiranya cocok buat kalian mengetahu skema atau bagaimana struktur eksperimental yang sangat berbeda dari film fiksi dan dokumenter. Kalau merasa eksperimental tidak jelas, itu karena memang demikian. Nikmati saja ketidakjelasannya, hitung-hitung belajar sabar.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
VIAAZMAN H. BAHBEREH
Previous articleSejarah Pembangunan Candi Kidal
Next article3 Hal Penting dari Buku How To Win Friends And Influence People yang Harus Kamu Ketahui
Semilir.co adalah tempat berbagi wawasan dan menikmati segala hal seputar buku, film, dan musik | Dibaca saat santai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here