Mustafa Luthfi

Mustafa Luthfi bin Muhammad Luthfi bin Muhammad Hasan Luthfi Al-Manfaluti merupakan sastrawan dan penyair asal Hulu Mesir tepatnya di tepi barat sungai Nil, Provinsi Asyut. Beliau lahir pada 30 Desember 1876 M dari keluarga kaya dan terhormat.

Al-Manfaluti juga belajar di Universitas Al-Azhar yang merupakan tempat untuk menempa ilmu agama selama sepuluh tahun. Disisi lain juga seorang penghafal Al- Qur’an sebelum usia dua belas tahun. Ilmu yang dipelajari bukan hanya perihal sastra, akan tetapi ada beberapa ilmu yakni fikih, pers, jurnalistik dan juga kebahasaan. Jiwa semangat terkobarkan dalam benak nya dalam mempelajari berbagai keilmuan tersebut. 

Al-Manfaluti belajar dalam bimbingan Syekh Muhammad Abduh, dan Alm-Manfaluti lah yang paling mahir diantara murid lainya. Akibat dari kemahiran Al-Manfaluti tersebut akhirnya terbentuk chemistry antara seorang guru dan murid. Jiwa kasih sayang dan perhatian seorang guru kepada murid nampak pada Syekh Muhammad Abduh. Al-Manfaluti berpartisipasi dalam politik naisonal dan merupakan pendukung Saad Zaghloul yang mana pada saat itu ia sedang dihadapkan dalam posisi kesengsaraan. Sebelum wafat Al-Manfaluti kembali menggeluti di dunia jurnalistik dan pers. Beliau wafat pada 25 Jul 1924 M. 

Al-Manfaluti merupakan seorang sastrawan yang telah memberikan sumbangsih dan kontribusi serta pengaruh nyata dalam perkembangan prosa Arab modern secara khusus dan umum. Pemikiran beliau yang intelektual dan mempunyai karakteristik dalam mengarang karya telah melandasi dan mengalihkan dunia terpukau kepadanya karena sastra nya yang indah. Beliau memiliki komitmen yang tinggi untuk menegakkan tradisi dan nilai-nilai moral dalam Masyarakat. Dalam struktur bahasa maupun pada sisi pemikiran dan metodhe ekspresi memiliki estetika makna yang tinggi. Selain itu karya nya menyingkap dimensi humanism yang berusmber dari realitas kehidupan Masyarakat Mesir.

Karya-Karya

  • Al-Nazarat 

Merupakan karya Al-Manfaluti yang berupa majalah Al-Mu’ayyad dan lainya. Dalam karya ini Al-Manfaluti mengangkat isu sosial, politik juga agama. Akan tetapi ada pengususan terkait problematika sosial. Pada pembahasan problematika sosial Al-Manfaluti menyuarakan penting nya rekontruksi moral serta bela negara dan agama, pemurnian diri akan hal-hal mistis. 

  • Al-Abarat

Merupakan karya Al-Manfaluti yang menceritakan perihal tragedi Al-Hijab, Al-Yatim, dan Al-Hawiyah, Al-Syuhada’, Al-Zikra, Al-Jaza’, Al-Dahiyyah, Al-Intiqam. Salah satu kisah diantara beberapa kisah terdapat kisah seorang perempuan Amerika bernama Surakh Al-Qubr yang kemudian ditulis dengan gaya bahasa yang berbeda dan khas lantas diberi judul dengan Al-Iqab. 

  • Majdulin 

Merupakan karya sastra berupa novel yang mempunyai genre romans dimana novel ini membahas tentang cinta yang kuat untuk mengakhiri kehidupan yang penuh tragedi. Di dalam nya mengisahkan tentang seorang yang saling mencintai. 

  • Mukhtarat Al-Manfaluti

Merupakan karya berupa puisi dan prosa Arab yang indah pada masa tersebut dan masa terdahulu, baik menurut aspek seni maupun tujuan nya. Pada karya ini hanya terdapat satu juz saja. 

  • Al- Syair

Al-Manfaluti membuat karya ini mengadopsi dari tragedi yang berbahasa prancis dengan judul Sreno de Borjok karya seorang penyair prancis dengan nama Edmund Rustau. Sebenarnya karya ini terjemahan dari novel tersebut, akan tetapi Al-Manfaluti menulisnya dengan gaya bahasa baru dan khas. Novel ini laris dan masyhur pada kalangan penutur Arab karena keindahan gaya bahasa dan kefasihan dalam pendeskripsiannya. 

  • Al-Fadilah

Al-Fadlilah sama halnya dengan Al-Syair yang merupakan novel tragedi hasil terjemahan. Yang menjadi perbedaan disini isi yang membahas tentang akhlak dan budi pekerti. Dalam novel ini membahas mengenai gambran nilai-nilai akhlak yang harus ditanamkan seorang ibu pada anak saat mendidik.

  • Fi Sabil al-Taj

Dalam novel ini memebahas tentang kisah berperang merebut dan pertahanan kekuasaan. Akibat penjajahan oleh Turki akhirnya masyarakat Balkan tidak terima dan memberontak atas pemberlakuan Turki yang seenak nya sendiri dan semena-mena. 

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleFilm DREAM: Inspirasi Peraih Mimpi 
Next articleFilm Emergency Declaration: Sajikan Plot Kompleks dari Tragedi Teror Pesawat 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here