Museum Singhasari
Sumber foto: Indah Amellia/Semilir.co

Malang dikenal sebagai kota yang memiliki banyak sejarah. Hal itu terbukti dari ragam tempat wisata peninggalan sejarah yang berlokasi di “Kota Dingin”. Peninggalan sejarah tersebut dirangkum dalam museum dengan tema tertentu, seperti peninggalan zaman kerajaan, zaman kolonialisme, hingga musik. Beberapa museum di Kota Malang dan sekitarnya adalah Museum Panji, Museum Mpu Purwa, Museum Singhasari, Museum Musik Indonesia, Museum Brawijaya, Museum HAM Munir, dan beberapa museum lainnya.

Salah satu museum yang memiliki koleksi berupa benda-benda peninggalan masa kerajaan nusantara di bumi Malang yakni Museum Singhasari. Museum tersebut masih jarang dikunjungi wisatawan. Letaknya yang lumayan jauh dari pusat Kota Malang mungkin jadi salah satu penyebabnya.

Dari nama museumnya saja, orang-orang bisa langsung mengetahui kalau nama museum ini terinspirasi dari nama Kerajaan Singasari. Museum yang berada di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ini hanya dibuka pada hari senin sampai jumat saja, sehingga orang-orang yang ingin berkunjung saat akhir pekan akan mendapati museum yang tutup dengan pagar yang digembok.

Jika berkunjung pada hari kerja, setelah melewati gerbang, tulisan Museum Singhasari akan menyambut kedatangan pengunjung. Replika patung Ken Dedes dan Ken Arok dapat dilihat di pekarangan museum yang asri. Selain itu, patung Lingga Yoni yang diletakkan di tengah-tengah area masuk pendopo juga dapat tertangkap iris dengan jelas.

- belanja buku di sini -
Sumber foto: Indah Amellia/Semilir.co

Memasuki museum, beberapa lemari kaca yang diisi koleksi museum dapat disaksikan dari ambang pintu masuk. Di ruangan pertama itu, netra kita akan dimanjakan dengan banyak sekali topeng malangan dengan bermacam jenis pahatan dan warna. Adpula koleksi patung mini berbahan logam, serta senjata kuni seperti keris mengisi lemari kaca lainnya. Pun dua buah arca yang meramaikan di sisi kanan pintu masuk.

Usai mengagumi benda-benda peninggalan di ruangan pertama, akses menuju ruangan kedua terlihat begitu menarik untuk dimasuki. Patung-patung arca mendominasi ruangan ini, lengkap dengan papan informasi bagi pengunjung.

Pintu lainnya yang mengarah ke ruangan museum lainnya tidak kalah menggoda. Apalagi begitu menemukan diorama kala Ken Arok merebut kekuasaan dan istri dari Akuwu Tunggul Ametung di ruangan itu.

Tak hanya itu, maket dari beberapa candi pun disuguhkan untuk mata para pengunjung. Bagi siapa saja yang belum berkesempatan mengunjungi candi-candi tersebut secara langsung, dapat lebih dahulu mengetahui wujud dan suasana di area candi.

Dinding-dinding halus bercar putih museum diramaikan pula oleh visualisasi kisah pada zaman kerajaan. Sungguh tempat wisata yang sangat mengedukasi kesejarahan penting Kota Malang.

Menariknya, mulai dari 15 November lalu, museum ini mengadakan event selama sepuluh hari ke depan, yaitu sampai tanggal 24 November 2022. Kegiatan berupa pameran ini diisi dengan campuran nuansa tradisional dan urban. Memanjakan mata dengan percampuran dua nuansa yang begitu padu.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk membuat ‘generasi tua’ bernostalgia akan kebudayaan leluhur mereka. Selain itu, juga untuk mempertahankan pengetahuan budaya yang ditinggalkan pada ‘generasi milenial’ yang merupakan penerus bangsa.

Koleksi Museum Singhasari sendiri memiliki sebanyak 376 koleksi, dengan tiga kategorinya dari segi bahan, yatu koleksi berbahan logam, batu, serta kayu. Jumlah koleksi dari museum ini masih tergolong sedikit, sebab keberadaannya yang belum banyak diketahui masyarakat, dan museum-museum lain yang memiliki benda koleksi lebih banyak.

Akses menuju Museum Singhasari tidak bisa ditempuh menggunakan angkutan umum, sebab jalannya tidak dilewati oleh angkutan umum. Oleh karena itu, untuk bisa berkunjung ke museum ini, diperlukan menggunakan kendaraan pribadi.

Anda tidak memiliki kendaraan pribadi? Bingung ingin menyewa kendaraan di mana? Jangan khawatir, Antaraya Tour and Travel solusinya!

Jasa rental dan tour guide ini bisa menemani anda dalam menjelajah wisata alam pun non-alam di Jawa Timur, khususnya Malang Raya (Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang). Mulai dari Heritage Malang, Fun de Situs, Susur Kampung, dan Fun de Museum juga bisa ditemani Antaraya, lho.

Tenang, menggunakan jasa ini tidak akan mengecewakan, kok. Antaraya menawarkan jasa professional dan kapabel. Selengkapnya Anda bisa mengunjungin website Antaraya atau klik di sini.

Tunggu apa lagi? Yuk, mari menjelajah bersama Antaraya!

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleMahatma Gandhi, Sang Bijak dari Timur
Next articleMembaca Hatta
Mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Negeri Malang yang sebentar lagi lulus, aamiin!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here