Festival Sastra Kota Malang

Minggu (01/10/2023), Kafe Sugaros Soul Coffee ramai tetapi tidak seperti biasanya. Kali ini kafe dipenuhi oleh para pegiat literasi yang berasal dari berbagai komunitas di Malang. Para pegiat literasi ini berkumpul dan berbincang tentang kondisi literasi di Kota Malang, juga berbagi pengalaman dan aktivitas komunitas yang rutin mereka lakukan. Acara ini dilaksanakan sebagai rangkaian Festival Sastra Kota Malang.

Komunitas-komunitas tersebut bergerak di berbagai bidang seperti taman baca, komunitas diskusi, penerbit buku, penjual buku, sampai siaran puisi. Acara ini bertajuk Temu Komunitas Kota Malang dan diselenggarakan oleh Komunitas Pelangi Sastra Malang. Acara ini dilangsungkan sebagai salah satu kegiatan Pra Festival Sastra Kota Malang yang akan dilaksanakan pada pertengahan Oktober mendatang.

Festival Sastra Kota Malang
Jamming Puisi sebelum acara dimulai. Dokumentasi: Amar

M. Dandy ketua pelaksana Festival Sastra Kota Malang menyatakan bahwa acara temu komunitas diadakan sebagai salah satu usaha menerima masukan dan menampung ide dari berbagai komunitas di Kota Malang. Komunitas-komunitas ini tumbuh atas inisiatif para penggiatnya untuk membuka ruang literasi yang selama ini sering tidak mereka dapatkan. Sebagian besar para penggiat merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Ini.

Janwan, salah seorang penggiat literasi Komunitas Kalimetro mengatakan bahwa Kota Malang, meski dipenuhi mahasiswa karena di dalamnya ada kampus-kampus besar, seringkali sepi dengan aktivitas literasi. Saat ini ruang-ruang publik (public sphere) di Kota Malang lebih banyak berfungsi hanya sebagai tempat wisata. Kegiatan-kegiatan literasi yang membuka kesadaran masyarakat tentang pendidikan, sosial, maupun budaya, seringkali luput dihadirkan.

Beberapa titik di Kota Malang memang ada perpustakaan, tetapi tidak terawat. Kekosongan inilah yang coba diisi oleh para penggiat komunitas literasi di Kota Malang.

Festival Sastra Kota Malang
Suasana Temu Komunitas: Serasehan dan Jamming Puisi

Ahmad Mustaqim, panitia pelaksanaan Festival Sastra Kota Malang yang juga merupakan pegiat literasi komunitas Gerilya Literasi menyatakan bahwa acara festival mengambil tema “Perjumpaan”. Malang adalah kota perjumpaan individu-individu yang berasal dari berbagai latar belakang. Mereka bertemu,  berkumpul dan bergiat literasi di Kota Malang.

Acara Temu Komunitas: Serasehan dan Jamming Puisi ini dimulai dan diakhiri dengan jamming puisi oleh para penggiat komunitas literasi. Malam makin syahdu saat Sugaros Soul Coffee tidak hanya menawarkan kopi, tapi juga puisi.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleMenyelami Keteguhan Hati Tokoh Jo melalui Film Little Women
Next articleRiadi Darwis, Pembuka Cakrawala Gastronomi Sunda
Semilir.co adalah tempat berbagi wawasan dan menikmati segala hal seputar buku, film, dan musik | Dibaca saat santai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here