ZAKI ABU SHADI

Ahmad Zaki Abu Shadi, seorang penyair Arab modern. Lahir pada 9 Februari 1892 di Hayyi’ Abiddin, Kairo, Mesir. Abu Shadi tumbuh besar dalam dunia sastra. Sejak kecil, ia memperlihatkan keahliannya dalam sastra dan puisi. Pada saat menginjak usia 13 tahun, ia menerbitkan beberapa puisi dan tulisan. Kemudian, di usia yang ke-16 tahun, Abu Shadi telah menerbitkan serangkaian puisi dan prosa yang berjudul Qatrah Man Yaara’ Fi al-Adab wa al-Ijtima’i. Khalil Mutran menyebutkan luasnya wawasan dan pemahaman Abu Shadi terhadap sastra dapat dilihat dari karyanya tersebut. Di samping sebagai seorang penyair, Abu Shadi juga adalah seorang dokter dan ahli Bakteriologi.

Abu Shadi mulai memperdalami ilmu pengetahuan tentang sastra Inggris dan Barat, khususnya pada aliran Romantisme sejak ia berada di Inggris. Beberapa karya yang dipelajarinya, yaitu karya John Keats, Mary Shelley, William Wordsworth, Charles Dickens, Arnold Bennett, dan George Bernard Shaw. Meskipun demikian, Abu Shadi tidak melupakan tanah kelahirannya begitu saja. Ia selalu mengirimkan artikel dan puisinya ke surat kabar Mesir. Bahkan, Abu Shadi juga mendirikan sebuah asosiasi Sastra Arab yang berfokus pada kajian-kajian sastra Mesir bernama an-Nadi al-Misra dengan mengumpulkan orang-orang sebangsa di sekitarnya yang berada di London.

Abu Shadi merupakan salah satu tokoh penyair beraliran Romantisme. Melalui kemampuan sastra dan puisi yang dimiliki serta luasnya wawasan terhadap budaya sastra mengantarkannya mengenal banyak macam puisi, seperti naratif, liris, dan dramatis serta beberapa aliran dalam sastra, seperti realisme, romantisme dan simbolisme. Segala bentuk puisi yang dibuat oleh Abu Shadi dipengaruhi oleh ketiga aliran tersebut. Akan tetapi, aliran Romantisme yang lebih dominan digunakan dalam puisinya. Selain itu, karena kekagumannya terhadap Khalil Mutran sebagai salah satu sastrawan Arab yang memperkenalkan aliran Romantisme sebagai pemahaman baru dalam dunia sastra Arab. Hal ini membawa Abu Shadi berada pada posisi tertinggi dalam puisi kontemporer.

Di samping itu, Abu Shadi juga dikenal sebagai tokoh pelopor aliran Apollo. Nama yang diambil dari nama dewa puisi Yunani dengan maksud agar menjadi inspirasi bagi para sastrawan. Aliran Apollo adalah suatu komunitas majalah yang berdiri pada tahun 1932. Majalah yang memuat puisi-puisi para penyair Romantik atas kesedihan, kekecewaan dan kesengsaraan terhadap Inggris. Inggris menjadi sebuah tirani dengan menjanjikan kemerdekaan penuh atas Mesir. Namun, hal tersebut hanyalah omong kosong belaka. Atas kejadian tersebut, aliran Apollo bertekad untuk menyatukan dan memberikan wadah guna meningkatkan bakat sastra bagi para penyair.

Munculnya aliran Apollo juga disebabkan oleh pengaruh aliran Romantisme sastra Arab yang muncul. Suatu aliran yang muncul sebagai bentuk kritikan terhadap aliran Klasik. Para penganut aliran Romantisme mengkritik bahwa dari segi bentuk dan bahasa yang digunakan oleh aliran Klasik dalam puisinya masih sangat tradisional. Penganut aliran Klasik hanya mengikuti karakteristik puisi terdahulu dengan mempertahankan kaidah-kadiah puisi Arab, seperti wazan (pola) dan qofiyah (irama). Sedangkan aliran Romantisme tidak demikian mereka menggunakan bentuk puisi bebas, yakni tidak terikat dengan aturan wazan dan qofiyah.

Berdasarkan karakteristik puisi aliran Romantik yang telah dipaparkan, dapat kita lihat dalam beberapa karya sastra puisi yang diciptakan oleh Abu Shadi. Pada karyanya yang berjudul أنداء فجر merupakan sebuah puisi Romantisme tentang cinta dan alam yang terbit pada tahun 1910.

Puisi karya Abu Shadi dengan karakteristik tanpa mengacu pada wazan dan qofiyah atau biasa disebut sebagai asy-Syi’ir al-Har (Puisi Bebas). Disebut sebagai puisi bebas, sebab bentuknya yang terkadang mengikuti gaya natsr, yakni susunan sya’ir yang tersusun ke bawah.

Hal ini dapat ditemukan dalam karyanya yang berjudul زينب. Sebuah puisi nostalgia tentang teman lamanya bernama Zainab, cinta dan alam yang terbit pada tahun 1924. Selanjutnya, karya Abu Shadi yang menunjukkan pada karakteristik individualitas dan subjektivitas adalah karyanya yang berjudul الفنان, yakni sebuah puisi tentang cinta dan kerinduan Abu Shadi terhadap kekasihnya yang terbit pada tahun 1933. Dan masih banyak lagi karya-karya Abu Shadi yang lainnya.

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleAl-Jahiz: Sastrawan Arab yang Inspiratif
Next articlePerjalanan Bermakna Angus Cloud dalam Dunia Film
Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab UIN Malang. Indahnya jika setiap momen dalam hidup ini selalu terabadikan.

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here