Blogger
Sumber foto: Pinterest

Mendengar istilah “blogger” pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Hingga saat ini, jejak-jejaknya masih bertahan dan digeluti oleh jutaan orang di dunia. Namun seiring dengan perkembangan dunia digital, persaingan blogger kian ketat dengan munculnya media sosial lain.

Persoalan ini menjadi salah satu perbincangan kala Kamis siang itu, 27 Oktober 2022. Dalam agenda DialogIN yang disiarkan secara langsung di media Instagram @intranspulishing. Diskusi ringan pun dibuka dengan senyum sapa Salsa Wilda selaku host bersama Karyati Niken selaku narasumber.

sumber: Instagram/Intrans Publishing

Karyati Niken atau disapa Mbak Niken dalam DialogIN sendiri saat ini berprofesi sebagai blogprenuer. Sebelum itu, ia pernah berprofesi sebagai wartawan di sebuah majalah dan bekerja di corporate communication. Sejak tahun 2008, ia membuat sebuah blog dan mulai berkecimpung dalam tulis-menulis.

Namun pada tahun 2012, ia sempat berhenti karena menikah dan fokus pada pendidikan untuk anak. Hingga pada tahun 2017, ia pun kembali membuat blog di platform blog gratis. Kemudian pada tahun 2019 awal, mulai fokus dan beralih ke blog berbayar.

Bertepatan dengan kepindahannya ke Malang, Mbak Niken merasa tidak memiliki kesibukan dan tidak produktif. Ia pun mulai konsisten mengisi blog hingga bertemu dengan teman-teman baru di komunitas blogger.

Sebagai seorang blogger sekaligus ibu rumah tangga tentu tidaklah mudah, termasuk bagi Mbak Niken. Menggarap pekerjaan sebagai ibu, mengurus rumah, sekaligus mendidik anak tentu banyak menyita waktu sehingga tidak sempat untuk sekadar menulis.

Itulah yang menjadi tantangan terbesar menjadi seorang blogger sekaligus ibu rumah tangga. Menurut Mbak Niken, selain manajemen waktu, seorang blogger juga harus terus belajar menulis agar bisa berkembang. Optimasi blog pun perlu dilakukan guna menarik interaksi jangkauan pembaca yang lebih banyak dan luas.

Adapun tips dan trik yang dibagikannya untuk menarik pembaca. Pertama, menurutnya menggunakan satu niche yang lebih spesifik dalam satu website lebih banyak dicari. Kedua, selalu membagikan atau promosi lewat media sosial, bergabung, dengan komunitas, dan saling berkunjung ke blog lain.

Suasana siang itu kian mengalir dengna perbincangan yang kian hangat. Kisi-kisi jendela masih setia diterpa mentari yang semakin menjorok ke peraduannya. Senyum kedua puan masih tetap terukir, meski beberapa menit diskusi itu berlanjur. Tips dan trik yang narasumber bagikan rupanya juga kian menarik perhatian teman-teman baca DialogIN kali ini.

Sumber: Pinterest

Pembahasan pun berlanjut pada diskusi perkara kabar blogger di tengah gempuran media sosial lain. Persaingan semakin ketat antara dunia blogger dengan konten Instagram yang lebih singkat dan Tiktok yang lebih menarik untuk disimak.

Ditambah lagi, perkara yang tidak pernah tuntas, ketertarikan masyarakat untuk menulis dan membaca. Keadaan itu pun disanggah oleh Mbak Niken dengan jawaban singkat dan ringan. Menurutnya, mereka hanya belum tertarik dengan tulisan, mungkin karena belum mengetahui manfaat dan keuntungan dari blogger.

Sebuah pertanyaan —yang sering dipertanyakan—dilontarkan salah satu teman baca, “apakah blogger bisa menghasilkan uang?”. Dengan pasti ia pun menjawab, “Iya, bisa.”

“Blogger bisa menghasilkan uang melalui komunitas, kerja sama dengan agensi, dan menulis dengan dibayar. Blogger memiliki keuntungan seperti menjadi perantara untuk membranding sebuah pemilik usaha agar lebih dikenal masyarakat,” sebutnya.

Tulisan di blog juga bisa dijadikan sebuah buku dengan bahasa yang ringan. Banyak kumpulan tulisan yang berawal dari portal digital dialihwanakan menjadi sebuah buku dan diterbitkan. Penerbit Intrans Publishing menjadi salah satunya.

Seperti sebuah buku berjudul Merawat Tradisi dan Kearifan Budaya yang ditulis oleh Eko Widianto dkk. Berawal dari kumpulan tulisan-tulisan di portal digital yang kemudian dibukukan. Seperti judulnya, buku ini membahas seputar tradisi dan budaya lokal yang dikemas dengan bahasa populer khas laporan jurnalistik.

Selain itu, juga jenis buku lain dalam bentuk majalah berjudul Jelajah Bumi Kanjuruhan yang ditulis oleh Tim Terakota. Berisi destinasi sepanjang Kanjuruhan Malang dengan bahasa feature yang ringan dan melenakan mata.

Bagi diri Mbak Niken sendiri, blogger telah membawa perubahan hidup. Blogger menjadi titik nol kerhidupannya ketika pindah ke Malang hingga membangun sebuah perusahaan Casa Creatif.

Menjadi bloggerprenuer tidak hanya menjadi perantara untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mendapat teman-teman baru. Kisah singkat itu tak terasa menjadi kesan terakhir DialogIN kala siang itu.

Kini, mentari pun sudah bergeser hampir mendekati angka tiga. Jingga tampak sedikit bercampur dengan asfar sang surya. Perjumpaan kala itu pun diakhiri dengan saling senyum sapa. Sampai kembali jumpa, teman-teman baca.

“Menjadi seorang blogger bukan sekadar trend belaka. Meski banyak pesaing blogger lainnya, yang penting adalah tujuan kita, apa yang ingin dicapai sebagai hasil karya seupaya lebih dikenal masyarakat.” — Karyati Niken

Beli Alat Peraga Edukasi Disini
Previous articleFilm Terakhir Serial “Demi 1%”
Next articleTips Menulis: Mengatasi Kebuntuan dalam Menulis
Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Panda insomnia penyuka irama, cerita, dan kata-kata indah penggugah rasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here