Tradisi Marakka Bola
Tradisi Marakka Bola, Gotong Royong Ala Masyarakat Bugis

Tradisi Marakka Bola telah berlangsung secara turun-temurun dikalangan masyarakat suku Bugis. Tradisi ini muncul karena mayoritas rumah masyarakat suku Bugis khususnya yang tinggal di pedesaan adalah rumah panggung yang terbuat dari kayu. Ketika terdapat rumah warga yang hendak dipindahkan ke lokasi baru yang dianggap lebih baik dan cocok, masyarakat akan bergotong royong secara sukarela untuk mengangkat rumah si pemilik lalu memindahkannya ke tempat yang ditujukan. Tradisi gotong-royong yang terus berlangsung hingga kini.

Suku Bugis merupakan suku yang paling banyak mendiami wilayah Pulau Sulawesi. Berdasarkan Sensus Penduduk BPS tahun 2010, jumlah populasi Suku Bugis mencapai 6.359.700 jiwa, atau setara dengan 2,69 persen dari total penduduk Indonesia. Sebagai salah suku besar Indonesia, suku Bugis memiliki beragam budaya yang masih eksis hingga saat ini. Salah satunya yaitu budaya “Marrakka Bola” atau tradisi gotong royong memindahkan rumah warga.

Untuk memperpudah proses memindahkan rumah, umumnya rumah yang hendak dipindahkan terlebih dahulu dipasangi bambu sebagai pegangan untuk diangkat. Setelah rumah berhasil dipindahkan ke lokasi yang dituju, maka kegiatan dilanjutkan dengan acara syukuran yang bertujuan agar rumah yang baru saja dipindahkan terhindar dari bencana dan malapetaka. Setelah itu, acara pun diakhiri dengan makan bersama menyantap hidangan yang disediakan pemilik rumah sebagai bentuk silaturahmi dan ungkapan terima kasih kepada seluruh warga yang rela meluangkan waktu untuk membantu memindahkan rumah.

Tradisi Marrakka Bola yang masih eksis hingga hari ini mencerminkan betapa berartinya nilai-nilai gotong royong dikalangan masyarakat Suku Bugis. Tua-muda, miskin-kaya semua sama; bersatu dalam menebar kebermanfaatan terhadap sesama. Sekilas, kegiatan memindahkan rumah yang begitu besar dengan bobot yang mencapai puluhan ton tidak masuk akal jika bisa dilakukan dengan tenaga manusia. Namun semangat gotong royong menunjukkan bahwa hal yang mustahil dapat diwujudkan jika dilakukan secara bersama-sama.

Tradisi Marrakka Bola ala masyarakat Suku Bugis memberi banyak pelajaran jika dikaitkan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara; sejuta permasalahan yang terjadi pada suatu negara akan dapat diselesaikan jika seluruh elemen masyarakat dan pemerintah mau bersatu serta bergotong-royong untuk menyelesaikannya.

Previous articlePemilu 2024, Gaduh Sebelum Tanding
Next articleCelia Sanchez Sang Bunga Revolusi Kuba

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here